Gereja dan Rumah Warga Jemaat Radda yang Terseret dan Tertimbun Banjir Bandang Siap Dibangun Kembali

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MASAMBA — Kurang lebih satu setengah bulan telah berlalu. Belasan ribu warga Masamba dan Radda, Kabupaten Luwu Utara, masih berada di tenda-tenda pengungsian. Mereka adalah korban banjir bandang yang terjadi pada Senin, 13 Juli 2020 malam.

Diantara belasan ribu warga yang masih mengungsi itu terdapat sekitar 41 kepala keluarga yang merupakan anggota jemaat Gereja Toraja Rama Radda, yang gedung gereja serta rumah tinggal mereka rusak berat dan sebagian tertimbun material banjir bandang. Selain itu, ada juga beberapa keluarga dari denominasi lain, bahkan warga muslim, yang tinggal di sekitar gereja.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  Sambut Natal, Jemaat Sion Makale Laksanakan Beberapa Kegiatan Sentuhan Peduli Sesama

Namun, sebuah kabar gembira datang dari Crisis Centre Gereja Toraja. Lembaga yang didirikan untuk menangani krisis kemanusiaan dan bencana alam ini membeli tanah seluas 26.000 meter per segi untuk ditempati membangun kembali rumah warga yang rusak dan tertimbun tersebut, serta gedung gereja yang baru.

Ketua Crisis Centre Gereja Toraja, yang juga Ketua I BPS Gereja Toraja, Pdt Alfred Anggui mengatakan, tanah yang dibeli Crisis Centre Gereja Toraja itu sudah dibersihkan dan diratakan, serta siap untuk dibangun. Menurut rencana, pada Kamis, 17 September 2020 mendatang akan dilaksanakan peletakan batu pertama oleh Bupati Luwu Utara.

Dia menyebut, dari 26.000 meter persegi tanah yang dibeli itu, 5000 meter persegi diantaranya akan digunakan untuk membangun gedung gereja Jemaat Rama Radda. Selebihnya akan dibagi kepada warga dengan luas 300 meter persegi per satu keluarga.

Baca Juga  Rabu Besok, 1500 Anak dan Remaja Gereja Toraja Bakal Hadir di Parandangan Buntu Pepasan

Diuraikan, bangunan rumah (baca: hunian tetap) di lokasi itu akan dibangun oleh pemerintah Kabupaten Luwu Utara. Sedangkan bangunan gereja akan dilakukan secara swadaya oleh Crisis Centre Gereja Toraja dan donatur lainnya.

“Kita berdoa semuanya bisa berjalan lancar,” ujar Pdt Alfred saat dikonfirmasi Selasa, 15 September 2020.

Pdt Alfred mengatakan, berdasarkan pertemuan antara pengurus BPS Gereja Toraja dengan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, beberapa waktu pasca bencana banjir bandang, disebutkan bahwa pemerintah kabupaten akan menyiapkan lokasi permukiman baru, juga akan membangun huniat tetap bagi warga yang tertimpa musibah banjir bandang.

“Tetapi warga meminta agar mereka tetap disatukan dalam satu lokasi, tidak dipisah-pisah. Sehingga dengan berbagai pertimbangan kita beli lokasi itu dan pemerintah yang akan membangunnya,” terang Pdt Alfred.

Baca Juga  Galang Donasi, Seniman Toraja Utara Kumpulkan Rp30 Juta untuk Korban Banjir Bandang Masamba

Pada kunjungannya ke Jemaat Rama Radda, beberapa hari lalu, Crisis Centre Gereja Toraja juga menyerahkan beasiswa bagi kepada 8 mahasiswa warga Jemaat Rama Radda, serta pakaian sekolah bagi anak2 SD, SMP, dan SMA.

“Ke depan mereka akan tetap tinggal di tenda hingga hunian tetap selesai. Sejauh ini sudah cukup baik. Saat ini akses untuk belajar online bagi anak jadi kebutuhan utama. Mohon bantuan data dan sarana internet untuk memenuhi kebutuhan mereka belajar online,” pinta Pdt Alfred Anggui. (*)

Penulis: Arthur
Foto: Lahan yang dibeli Crisis Centre Gereja Toraja untuk warga Jemaat Rama Radda yang menjadi korban banjir bandang Masamba. Di lokasi ini akan dibangun kembali rumah warga dan gedung gereja Jemaat Rama Radda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *