Gatari Airline Belum Layani Penerbangan di Bandara Pongtiku

  • Whatsapp
Pesawat ATR 42 milik Maskapai Gatari Airline mendarat mulus di Bandara Pongtiku Rantetayo, saat melakukan test flight, akhir Juni 2016 yang lalu

KAREBA TORAYA — Harapan masyarakat Toraja untuk menggunakan transportasi udara via Bandar Udara Pongtiku Rantetayo, kelihatan masih harus dipendam dalam-dalam. Kekecewaan juga mungkin mengiringinya. Sebab, sampai saat ini, maskapai Gatari Airline, yang sudah digembar-gemborkan bakal melayani rute Toraja-Makassar dan Toraja-Balikpapan, belum melakukan penerbangan reguler.

Padahal, dalam keterangan pers kepada sejumlah wartawan usai melakukan test flight di Bandar Udara Rantetayo, 28 Juni lalu, perwakilan Gatari Airline, Sukirno, mengatakan bahwa test flight berjalan lancar, tanpa masalah berarti. Dia menyebut, maskapai itu akan mulai melayani penerbangan reguler setiap hari dari Makassar ke Toraja maupun dari Toraja ke Balikpapan, mulai akhir Juni atau awal Juli 2016. Namun sampai saat ini pernyataan itu belum terbukti.

Pernyataan yang kemudian dirilis oleh beberapa media massa ini, disambut gembira oleh masyarakat Toraja, terutama yang ada di perantauan. Berita di beberapa portal online bahkan dibagi hingga ratusan kali. Berita ini disambut hangat karena sebelumnya, pihak Bandara Pongtiku juga sudah melansir jadwal penerbangan hingga biaya tiket, baik dari Makassar Toraja maupun Toraja Balikpapan.

Kondisi inilah yang kemudian membuat sejumlah calon penumpang kecewa; bukan hanya kepada pihak Gatari Air dan Bandar Udara Pongtiku, tapi wartawan juga ikut kena getah. Ungkapan-ungkapan tak pantas dilayangkan para pengguna media sosial kepada wartawan. Bahkan beberapa calon penumpang yang memiliki nomor ponsel wartawan, dihubungi secara langsung, menanyakan perihal kekacauan informasi penerbangan tersebut. Beberapa diantaranya bahkan menuding wartawan bekerja sama dengan Gatari Air untuk menipu masyarakat.

Wartawan mencoba menjelaskan bahwa kesalahan itu bukan terletak pada wartawan. Tugas wartawan adalah menyampaikan informasi yang diberikan oleh pihak-pihak yang terkait langsung dengan jadwal penerbangan tersebut. Jika saja, jadwal itu tidak sesuai dengan ungkapan dan janji pihak terkait, maka yang harus dimintai pertanggungjawaban adalah pihak terkait tersebut.

Kepala Bandar Udara Pongtiku, Alex Rudi Nainggolan, juga mengaku tidak tahu alasan kenapa hingga saat ini Gatari Airline belum melakukan penerbangan reguler.

“Kurang tahu juga, bos. Kayanya ada miskomunikasi antara Gatari dan pihak travel yang mencarter. Kita masih cari jalan keluarnya ini,” kata Alex, singkat.

Sementara itu, informasi simpang siur yang diperoleh wartawan menyebutkan izin terbang maskapai tersebut belum keluar dari Kementrian Perhubungan. (arthur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *