FOTO: Tongkonan Alloan; Spot Baru Negeri di Atas Awan Mengkendek

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MENGKENDEK — Lolai, mungkin sudah sangat kesohor ke seluruh penjuru bumi. Namun, bicara soal situasi yang menggambarkan seolah-olah berada di atas awan, sebenarnya cukup banyak spot sejenis di Toraja.

Salah satunya adalah di Tongkonan Alloan, Lembang (desa) Marinding, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja. Di lokasi yang sering juga disebut masyarakat setempat sebagai Buntu Marinding ini, selalu ada awan di pagi hari, dari pukul 05.00-09.00 Wita.

Bacaan Lainnya

“Kelebihannya di sini (Tongkonan Alloan), awan mengintari kita, tidak satu arah saja. Kalau di Lolai, awannya hanya kita lihat ke arah timur, tapi di sini, awan mengelilingi kita,” ungkap Patri RT, warga setempat, yang juga pehoby fotografi.

Selain pesona awannya, Tongkonan Alloan ini juga menawarkan pemandangan dan landscape alam yang luar biasa. Jika awannya hilang ditiup angin, pemandangan alam yang indah di bawahnya akan terpampang di mata pengunjung.

“Kalau awannya hilang, dari sini kita bisa melihat pemandangan alam ke Tinoring, Salimbano Banua Puang, dan daerah sekitar Kandora. Pokoknya indah sekali tempat ini,” kata Patri lagi.

Soal akses, Tongkonan Alloan ini cukup mudah untuk dijangkau. Kondisi jalannya cukup bagus dan dekat dari jalan poros Toraja-Makassar. Menggunakan kendaraan roda empat, hanya butuh waktu kurang lebih satu jam dari kota Makale, ibukota kabupaten Tana Toraja. Menggunakan kendaraan roda dua, lebih cepat lagi, sekitar 45 menit saja.

“Panorama alamnya bisa dinikmati pagi hingga sore hari,” urai Patri.

Lokasi ini, kata Patri, memang belum banyak dikenal orang. Salah satu penyebab adalah minimnya publikasi media. Unggahan foto dan video di media sosial dari orang-orang yang pernah mengunjungi tempat ini, juga masih sangat kurang. Padahal, tempat ini sangat layak dijual kepada wisatawan.

Panorama alam dari Tongkonan Alloan, Kecamatan Mengkendek, saat tidak ada awan.

“Saya berharap teman-teman media bisa mempromosikan tempat ini. Pemerintah juga tidak boleh tinggal diam, karena tempat ini sangat berpotensi mendatangkan banyak wisatawan,” paparnya. (Desianti/foto: dok Patri RT)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *