FOTO: Menelusuri Gua Simulluk di Tondon Matallo yang Eksotis

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, TONDON — Toraja Utara memiliki beragam jenis objek wisata. Sayangnya, tidak semua objek dikelola dengan baik dan benar sehingga potensinya tenggelam oleh waktu. Seperti objek wisata Gua Simulluk yang berada di Dusun Laiya, Lembang Tondon Matallo, kecamatan Tondon, Toraja Utara, ini.

Warga setempat menyebut, gua ini pernah populer pada masa puncak kunjungan wisatawan mancanegara antara tahun 1990-2000. Namun, setelah itu, objek ini luput dari perhatian pemerintah, sehingga tidak lagi terurus dan jarang dikunjungi orang. Padahal, gua Simulluk memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi objek wisata yang bagus.

Bacaan Lainnya

Gua Simulluk merupakan gua alam dengan sungai bawah tanah yang airnya tidak pernah kering. Konon (karena belum ditelusuri seluruhnya) sungai yang mengalir di dalam gua Simulluk bersumber dari Nanggala, beberapa kilometer dari lokasi.

Baca Juga  Kemenhub Lelang Pekerjaan Pengawasan, Tanda-tanda Bandara Buntu Kunik Berlanjut?

Air dari gua ini, juga digunakan warga setempat sebagai sumber air pengairan sawah. Karena ada sungai bawah tanah, sehingga jika musim hujan, gua ini tidak bisa dimasuki manusia.

Panjang gua yang bisa dicapai sekitar 300 meter dengan tiga gua terpisah. Dari pintu gua, kita sudah bisa melihat keindahan dan keunikan gua ini. Ada beragam bentuk stalagmite maupun stalagtik yang tergantung maupun yang tumbuh di langit-langit gua.

Di samping kanan di pintu masuk gua, juga terdapat gua-gua kecil yang digunakan warga setempat sebagai kuburan alam. Warga setempat sudah ratusan tahun menggunakan gua di depan gua Simulluk sebagai tempat memakamkan sanak keluarga mereka yang meninggal dunia.

Gua ini juga menjadi tempat tinggal bagi kelelawar dan burung gereja. Ada banyak kelelawar dan burung gereja yang berbagi tempat di dalam gua ini.

Baca Juga  Staf Bandara Pongtiku Rantetayo Dites Urine Dadakan, Begini Hasilnya
Pintu masuk gua Simulluk

Uniknya, dari dalam gua ini, ada beberapa titik dimana kita bisa melihat alam di luar gua dari lubang-lubang kecil di dalam gua. Sinar matahari pun bisa masuk dari lubang-lubang kecil dengan diameter antara satu hingga dua meter ini.

Stalagtik dan stalagmit yang terbentuk ratusan tahun di dalam gua.

Kondisi di dalam gua tidaklah menakutkan seperti kebanyakan gua alam. Sebab gua Simulluk ini terdiri dari tiga gua yang masing-masing dipisahkan oleh alam terbuka dan dibatasi oleh dinding-dinding batu yang menjulang tinggi.

Kelelawar dan burung gereja yang bersarang di dalam gua Simulluk.

Jika Anda penasaran, silahkan mengunjungi gua ini. Jaraknya cukup dekat dari kota Rantepao, Toraja Utara, hanya sekitar delapan kilometer. Rutenya, dari Rantepao kita menuju ke arah Tondon atau jalan poros menuju ke Palopo. Pas di perbatasan antara Lembang (desa) Tondon Matallo dan Lembang Tondon Langi’ atau dekat kantor kecamatan Tondon, kita berbelok ke kanan. Sekitar dua kilometer dari pertinggaan ini, kita sudah bisa mendapati gua Simulluk. Kondisi jalanan hingga ke gua cukup bagus; bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat.

Baca Juga  70 Tahun Gereja Toraja, PPGT Sibunuan Bagi-bagi Tempat Sampah

Kembali Dibuka

Belakangan, setelah ada upaya dari pemerintah Lembang Tondon Matallo disupport oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Toraja Angkatan III tahun 2019, yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di lembang itu, objek wisata ini kembali dibersihkan dan dibuka akses untuk umum.

Sinar matahari yang bisa menembus ke dalam gua melalui lubang-lubang di sepanjang gua.

Informasi yang diperoleh karebatoraja.com, objek wisata Gua Simulluk ini akan resmi dibuka untuk umum pada Jumat, 16 Agustus 2019. Bagi Anda yang penasaran dan berminat ikut dalam acara launching ini, silahkan mampir ke sana. Untuk pembukaan ini tidak dipungut biaya alias gratis. (*)

Penulis/foto: Papa Arthur

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *