FOTO: Kirab Merah Putih Makale – Buakayu, Bendera Berukuran “Raksasa” Diusung 135 Orang

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKALE — Jika tahun lalu, bendera Merah Putih berukuran 52 x 18 meter dibentangkan di Buntu Burake, Makale, tahun ini, pemerintah kabupaten Tana Toraja bekerjasama dengan Gabungan Pencinta Alam Tana Toraja dan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), kembali melakukan Kirab Merah Putih dari Makale ke Buakayu, Bonggakaradeng.

Dalam kirab yang menempuh jarak kurang lebih 50 kilometer dengan berjalan kaki ini, melibatkan 135 peserta, yang terdiri dari Gabungan Pencinta Alam Tana Toraja dan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) 65 orang, Satpol PP 15 orang, Pemuda Rembon 15 orang, Pemuda Bonggakaradeng 15 orang, dan 25 orang pendamping dari TNI, POLRI, tenaga medis, serta Panitia Pendamping.

Baca Juga  Empat Hari Lagi, Toraja Film Festival 2018 Resmi Dibuka

Bacaan Lainnya

Kirab Merah Putih yang akan berlangsung selama tiga hari ini dilepas secara resmi oleh Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, di garis start Plaza Kolam Makale, Kamis, 15 Agustus 2019.

Dengan berjalan kaki, peserta kirab akan membawa (mengusung) Bendera Merah Putih berukuran “raksasa” (45 meter) diiringin puluhan bendera merah putih ukuran kecil.

Jurnalis karebatoraja.com, Arsyad Parende, melaporkan peserta Kirab Merah Putih berangkat dari Makale sekitar pukul 09.00 Wita, Kamis, 15 Agustus 2019. Rutenya, pada malam nanti, peserta akan bermalam di Batusura’, Kecamatan Rembon. Jumat, 16 Agustus 2019, peserta akan melanjutkan perjalanan ke Bonggakaradeng.

“Diperkirakan tiba di Bonggakaradeng pada sore menjelang malam. Peserta akan istirahat, lalu keesokkan harinya, sebelumnya peringatan detik-detik Proklamasi, peserta menuju lapangan upacara dan diterima oleh Bupati Tana Toraja serta tokoh-tokoh masyarakat Bonggakaradeng,” lapor Arsyad.

Sebelumnya, Ketua Panitia HUT Proklamasi Republik Indonesia ke 74, tingkat kabupaten Tana Toraja, Salvius Pasang, mengatakan Kirab Merah Putih bertujuan menumbuhkan rasa patriotisme kebangsaan, cinta tanah air, serta kesadaran berbangsa dan bernegara.

Baca Juga  Terduga Pelaku Pembunuhan Mahasiswi UKI Toraja Ditangkap

“Serta menunjukkan budaya Toraja sebagai perekat bangsa,” ujar Salvius. (*)

Laporan: Arsyad Parende
Foto: dok. Richard Laga Nuga

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *