Eduard: Lampu Dipasang di Jembatan untuk Dukung KSPN, Mari Kita Jaga Bersama!

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, RANTEPAO — Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Toraja Utara, Eduard Limban, menyebut pembenahan Kota Rantepao dengan pemasangan lampu di monumen Kandian Dulang, Salib Singki’, dan beberapa jembatan, dilakukan dalam rangka mendukung Toraja Utara sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.

Selain itu, juga untuk mendukung visi misi Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan – Yosia Rinto Kadang. “Misinya Bapak Bupati adalah perubahan, ya ini adalah salah satu bentuk perubahan, meskipun skalanya masih kecil. Perubahan memang harus dimulai dari hal-hal kecil,” kata Eduard kepada karebatoraja.com, Minggu malam, 8 Oktober 2017.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  KPU Toraja Utara Gelar Sosialisasi Pemilu 2019

Dia menjelaskan, Rantepao adalah kota pariwisata. Itu sebabnya, harus ditata dan dibenahi. Saat ini, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Toraja Utara, sedang melakukan pembenahan di beberapa titik, seperti Lapangan Bakti, Monumen Salib Singki’, Kandian Dulang, dan beberapa jembatan yang ada di sekitar kota Rantepao.

“Kuliner di Lapangan Bakti sekarang sudah jalan bagus. Lampu yang kita pasang di lapangan juga sudah dinikmati warga. Setiap malam, kita lihat, selain berwisata kuliner, warga juga memanfaatkan Lapangan Bakti untuk bersantai bersama keluarga dan tempat bermain anak-anak,” urai Eduard.

Dia mengatakan, pembenahan Kota Rantepao memang tidak bisa dilakukan serta merta karena keterbatasan anggaran pemerintah. Itu sebabnya, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Toraja Utara, akan melakukan pembenahan dan peningkatan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

Baca Juga  Aktivis Lingkungan Support Pemerintah Tertibkan Bantaran Sungai Sa’dan

“Untuk lampu jembatan, tahun ini kita rencananya tiga jembatan dulu, yakni Alang-Alang, Singki’, dan jembatan Bolu. Tiga jembatan lainnya, masing-masing jembatan Malango, Balele, dan Kalaulu, kita rencanakan tahun depan, karena konstruksi jembatannya beda, tidak pakai rangka baja,” jelas Eduard.

Upaya pembenahan kota yang dilakukan pemerintah, kata Eduard, tidak akan berhasil dan berjalan baik tanpa dukungan dari masyarakat maupun lembaga terkait lainnya, seperti PLN. Sehingga Eduard meminta agar masyarakat kota Rantepao ikut serta menjaga segala hasil pembangunan yang dilakukan pemerintah, karena apa yang dibangun tersebut adalah milik masyarakat.

“Ini bukan milik pemerintah saja, tapi milik kita semua, milik masyarakat. Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut bersama-sama menjaganya. Kalau ada oknum-oknum yang mau merusak, tegur dia, jangan kita hanya lihat-lihat saja,” pintanya. (Arthur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *