Dua Turis Terjatuh dari Sepeda Motor Karena Jalan Rusak di Sanggalangi, Toraja Utara

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, SANGGALANGI — Pemerintah kabupaten Toraja Utara maupun Tana Toraja kelihatan harus membenahi prasarana jalan menuju ke objek-objek wisata yang ada di kedua daerah tersebut. Karena, di beberapa ruas jalan menuju objek wisata, kondisi jalannya rusak parah. Kerusakan jalan itu berdampak pada kenyamanan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Seperti kejadian yang dialami dua turis asal Belanda di Jalan Poros Sangalla-Sanggalangi, tepatnya di Randanbatu, Lembang Pata’padang, kecamatan Sanggalangi, Selasa, 5 September kemarin. Keduanya terjatuh dari sepeda motor karena jalanan yang rusak parah di tempat itu.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  STAKN Toraja Cetak 131 Sarjana Teologi

“Kagetki lihat. Dua orang turis itu mengalami luka di kaki dan tangan. Untung tidak terlalu parah. Sambil mengobati luka yang diderita karena jatuh, keduanya geleng-geleng kepala, sambil bergumam menggunakan bahasa Belanda,” ungkap Monika, warga Sanggalangi yang melihat langsung kejadian itu.

Kondisi jalan poros Randanbatu, yang menghubungkan kecamatan Sangalla Utara (Tana Toraja) dengan kecamatan Sanggalangi (Toraja Utara). foto: Salvinus B

Dia menyatakan kondisi jalan poros Randanbatu, yang menghubungkan kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, sudah rusak parah cukup lama. Di beberapa titik, terlihat lubang menganga yang cukup lebar. Pada musim hujan, air tergenang di lubang-lubang menganga tersebut. Para pengguna jalan mesti ekstra hati-hati melintasi poros ini. Sayangnya, kondisi ini seperti dibiarkan begitu saja oleh pemerintah.

Baca Juga  UKI Toraja Gelar Kompetisi Matematika-Fisika Tingkat SMA dan SMP

“Pasti mereka akan pulang ke negaranya dan bercerita kepada teman dan keluarganya bahwa jalanan di Toraja menakutkan dan tak layak dikunjungi. Ini patut kita sesalkan karena Toraja ini daerah wisata. Tapi kalau begini kondisi jalannya, pasti orang tidak mau datang,” sesalnya.

Selain di Randanbatu, jalanan menuju objek wisata lainnya, yang dalam kondisi rusak adalah poros Rura (pertigaan patung Tedong Bonga) hingga ke objek wisata Ke’te Kesu’. Menurut warga, kondisi jalan poros Rura-Ke’te Kesu’ ini, selain rusak, juga sangat sempit. Sehingga tak heran kalau pada musim liburan atau puncak kunjungan wisatawan, jalan poros ini macet total. (Arthur/Des)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *