Dr Syafari: 2 Pasien PDP yang Dirawat di RSUD Lakipadada Dinyatakan Negatif Covid-19

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKALE — Direktur RSUD Lakipadada, dr Syafari Daniel Mangopo mengatakan dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di ruang isolasi RSUD Lakipadada dinyatakan negatif Covid-19 (virus Corona).

“Ijinkan saya dr. Syafari Daniel Mangopo menyampaikan hasil pemeriksaan PCR yang dikirim ke BBLK Makassar terhadap 2 orang pasien PDP yang kami rawat di ruang infection centre RSUD Lakipadada Tana Toraja, dinyatakan negatif atau tidak mengidap Covid-19,” ujar dr Syafari dalam sebuah pesan ke redaksi karebatoraja.com, Kamis, 26 Maret 2020 malam.

Dua pasien PDP yang dirawat dan dinyatakan negatif Covid-19 itu berasal dari Enrekang dan Masamba, Luwu Utara.

Selain mengumumkan status dua PDP tersebut, dr Syafari juga menyampaikan informasi lain terkait meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Sulawesi Selatan.

Berikut, pesan dr Syafari selengkapnya:

Salam sehat buat kita semua..
Ijinkan saya dr. Syafari Daniel Mangopo menyampaikan hasil pemeriksaan PCR yang dikirim ke BBLK Makassar terhadap 2 orang pasien PDP yang kami rawat di ruang infection centre RSUD Lakipadada Tana Toraja dinyatakan negatif atau tidak mengidap Covid-19.

Namun kita semua merasa kaget karena pada hari Kamis, 26 Maret 2020 Kota Makassar dinyatakan sebagai zona merah atau daerah transmisi lokal Covid-19.

Dengan demikian daerah-daerah lainnya di Provinsi Sulsel sangat rawan untuk  menjadi daerah endemis berikutnya. Sehingga mobilasasi warga dari Kota Makassar ke Toraja dan sebaliknya seharusnya dihentikan.

Dampak lainnya bagi kita di Toraja dengan penetapan zona merah di Makassar adalah meningkatnya risiko orang menjadi ODP dan juga meningkatnya risiko ODP menjadi PDP. Bila hal ini sudah ada di depan mata maka tentu akan menguras energi yang banyak dari kita semua.

Kekuatiran ini menjadi besar tatkala masyarakat masih banyak yang tidak patuh menjalankan physical distancing dengan masih banyak orang yang beraktifitas di luar rumah.

Selain itu, kita juga sangat kuatir karena data penderita Covid-19 di Indonesia yang meninggal masih cukup tinggi.

Sangat diharapkan kesadaran kita untuk tidak keluar rumah bila urusan tidak urgen, dan bila kita berasal dari kota Makassar beberapa waktu lalu atau hari-hari mendatang untuk tegas dan disiplin melakukan isolasi mandiri di rumah bila tidak ada keluhan batuk, flu, demam, dan bila ada keluhan tersebut segera menghubungi petugas puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan.

Kiranya Tuhan menguatkan dan menyertai kita dalam menghentikan penularan Covid-19 di Toraja. Salam sehat, tetap di rumah saja.  

Makale, 26 Maret 2020.

Penulis: Arsyad Parende
Foto: dok. istimewah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *