DPRD Tana Toraja Hadirkan Aktivis Perempuan dalam Konsultasi Publik Ranperda PPA

  • Whatsapp
Konsultasi Publik Ranperda Perlindungan Perempuan dan Anak oleh DPRD Tana Toraja.

KAREBATORAJA.COM, MAKALE — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tana Toraja kelihatan serius menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perlindungan Perempuan dan Anak, yang merupakan salah satu Ranperda Inisiatif DPRD.

Jumat, 16 Juni 2016, Panitia Khusus (Pansus) I, yang menangani penggodokan Ranperda ini menggelar konsultasi publik untuk menerima masukan dan saran dari para stakeholder yang berkompeten dengan Ranperda ini.

Bacaan Lainnya

Salah satu yang dihadirkan adalah aktivis perempuan, Lusia Palulungan. Lusia dikenal sebagai salah satu aktivis yang selama ini cukup kenyang asam garam dalam permasalahan wanita dan anak di negeri ini. Program Manager MAMPU BaKTI itu, didaulat sebagai narasumber. Sedangkan moderator kegiatan adalah Matias Tanan, yang juga penggiat LSM di Toraja.

Konsultasi publik ini dipimpin oleh Ketua Pansus Ranperda Perlindungan Perempuan dan Anak, Andarias Butttasik.

Konsultasi publik digelar untuk mendapatkan masukan-masukan dari berbagai pihak, diantaranya OPD terkait, Forum Anak, organisasi-organisasi perempuan serta pemerhati perempuan dan anak untuk melengkapi draft yang telah disusun oleh Pansus bersama DPPPA Kabupaten Tana Toraja serta Yayasan Kombongan Situru.

Jika tidak ada aral merintang, Ranperda Perlindungan Perempuan dan Anak ini akan disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) pekan depan. (Desianti)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *