DJ Erotis Bikin Heboh, Begini Penjelasan Pantia Latber Moto-X Adventure Toraja

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKALE — Event Latber Moto-X Adventure Toraja yang digelar Komunitas Motor Ekstrim Toraja (Moxart), Sabtu, 23 Maret 2019, berakhir kurang menyenangkan.

Penyebabnya adalah sesuatu yang tidak direncanakan, tari erotis ditengah dentuman musik dari Discjokey, di akhir acara. Para penarinya mengenakan pakaian yang minim. Video siaran langsung yang diabadikan oleh beberapa warga, viral di media sosial.

Bacaan Lainnya

Pasca beredarnya video-video tersebut, perbincangan tentang aksi para penari erotis itu, berseliweran di group-group media sosial warga Toraja. Betapa tidak, aksi para penari erotis ini dinilai tidak wajar, tidak beretika, dan mengganggu kepekaan sosial warga Toraja. Apalagi, tarian itu ditampilkan di depan umum, di lokasi terbuka, dan disaksikan oleh masyarakat dan anak-anak.

Baca Juga  Ini Dampak Angin Puting Beliung yang Menerjang Sebagian Wilayah Tana Toraja Kemarin

Panitia pelaksana event yang diberi tajuk “Jalur Impian Topadatindo” pun dibuli. Mereka dimintai pertanggungjawaban atas insiden yang dinilai melanggar etika masyarakat Toraja tersebut.

Melalui siaran pers tertulis yang diterima Redaksi karebatoraja.com, Minggu, 24 Maret, panitia panitia pelaksana event Latber Moto-X Adventure Toraja yang berlangsung tanggal 23 Maret 2019, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Tana Toraja dan Toraja Utara atas kelalaian panitia pada acara hiburan yang kurang berkenan dengan pertunjukan dancer yang kurang layak di ruang terbuka.

“Semua itu di luar kendali panitia dan tidak ada unsur kesengajaan,” ungkap Harun Allo Datu, Ketua Panitia Latber Moto-X Adventure Toraja.

Harun menjelaskan, panitia hanya mengundang dan menyiapkan hiburan musik DJ (Disk Joki) sebagaimana dalam flyer yang disebar, namun ternyata pada saat musik DJ ditampilkan (panitia tidak menyebut dancer karena tidak ada dalam agenda), muncullah hal-hal yg tidak diinginkan dengan tampilnya para dancer mungkin sebagai bentuk improvisasi musik DJ.

Baca Juga  Kapolda Sulsel Bantu Satu Ton Beras untuk Pengungsi Rano

“Panitia langsung berembuk untuk menghentikan tarian tersebut dan tidak lagi memberi kesempatan untuk tampil sampai selesai acara tersebut. Demikian permohonan maaf ini kami sampaikan dan atas perkenan kita semua kami ucapkan banyak terima kasih,” ujar Harun.

Sementara itu, Ketua Organisasi Moxart Toraja, Rudy Andi Lolo, meminta panitia penyelenggara untuk bertanggungjawab atas keresahan yg terjadi. Dan sebagai tanggung jawab moral dari Organisasi Moxart, Ketua dan seluruh pengurus meminta maaf secara terbuka kepada Masyarakat Tana Toraja dan Toraja Utara. (*)

Penulis: Arthur
Foto: Video Capture

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar