Disarankan Wabup, Kalatiku Batal Lantik Silambi Jadi Kadis Pendidikan

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, RANTEPAO — Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan, batal melantik Daniel Silambi menjadi Kepala Dinas Pendidikan, menggantikan Hetty da Lopez, yang memasuki masa pensiun.

Padahal, sehari sebelumnya, beredar informasi bahwa Daniel Silambi yang merupakan Sekretaris Dinas Pendidikan akan dilantik menjadi Kepala Dinas Pendidikan bersamaan dengan pelantikan Sekda dan beberapa pejabat eselon II dan III di lingkup Pemkab Toraja Utara, Senin, 18 Februari 2019.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  Ini Nomor Urut Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel

Isu yang berhembus di Ruang Pola Kantor Bupati Toraja Utara, di sela-sela acara pelantikan Sekda dan pejabat eselon II dan III, Senin siang tadi, menyebutkan Daniel Silambi batal dilantik karena Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan, menerima saran dari Wakil Bupati, Yosia Rinto Kadang.

Yosia sendiri tidak menampik bahwa dirinya memberi saran kepada bupati untuk tidak melantik Daniel Silambi, karena menabrak aturan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ini demi kebaikan kita bersama. Pak Daniel Silambi itu sehari sebelumnya sudah memasuki masa pensiun, ya sudahlah tidak usah lagi bergerak kermana-mana, kenapa harus dipaksakan. Ada aturan yang dilanggar disitu, kita ingin pemerintahan kita yang berwibawa,” tutur Rinto, ketika dikonfirmasi karebatoraja.com, di ruang kerjanya usai pelantikan.

Baca Juga  Gandeng Pemerintah, BPJS Kesehatan Tingkatkan Kepatuhan Badan Usaha

Rinto meminta semua pihak paham bahwa jika dipaksakan untuk dilantik, hal itu melanggar aturan ASN. “Janganlah kita membuat sesuatu yang sudah tidak bisa, kita paksakan,” jelasnya.

Rinto mengatakan, siapapun bisa menduduki jabatan Kadis Pendidikan, asal memenuhi kritera dan punya potensi serta kulifikasi yang baik untuk menduduki sebuah jabatan yang amanah. Rinto juga berharap agar didalam mengambil kebijakan seharusnya Bupati berkoordiansi dengan dirinya.

Pada kesempatan itu, Rinto juga membantah bahwa ada “masalah” antara dirinya dengan Bupati Kalatiku Paembonan. “Tidak benar. Hubungan dan komunikasi saya dengan Pak Bupati baik-baik saja. Hanya sebelum pelantikan saya memberi saran kepada Bapak Bupati, mengingatkan bahwa ada aturan yang dilanggar. Itu saja,” pungkas Rinto. (*)

Baca Juga  24 Ribu Lebih Keluarga Miskin di Tana Toraja Belum Tersentuh PKH

Penulis: Herson Pasuang
Foto: Herson Pasuang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *