Dinas Sosial Toraja Utara Sambangi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial

  • Whatsapp
Kepala Dinas Sosial Toraja Utara, Elisabeth Zakaria berbincang dengan seorang lansia di Saloso, kecamatan Rantepao.

KAREBATORAJA.COM, Rantepao — Setelah berpisah dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan membentuk OPD sendiri, Dinas Sosial Kabupaten Toraja Utara langsung tancap gas mewujudkan visi Mekar untuk Sejahtera.

Salah satu kegiatan yang saat ini gencar dilakukan adalah mengidentifikasi dan mendata ulang para penyandang masalah kesejahteraan sosial, seperti orang gila, anak terlantar, lanjut usia terlantar, fakir miskin, dan penyandang masalah sosial lainnya.

Bacaan Lainnya

Cara mendatanya pun tidak hanya di atas kertas dan menunggu saja laporan dari aparat pemerintah di tingkat bawah, tetapi langsung mengunjungi para penyandang masalah kesejahteraan sosial tersebut ke tempatnya.

Baca Juga  Fantastis, Gaji Anggota DPRD Tana Toraja dan Toraja Utara Bakal Naik Tujuh Kali Lipat

BERITA TERKAIT: Warga Miskin di Toraja Utara Akan Didata Ulang

Rabu, 24 Mei 2017, dipimpin langsung Kepala Dinasnya, Elisabeth R. Zakaria, tim dari Dinas Sosial menyambangi beberapa penyandang masalah sosial di Lembang Saloso, Kecamatan Rantepao. Di lembang yang sangat dekat dengan ibukota kabupaten Toraja Utara itu, tim menemukan beberapa penyandang masalah sosial, diantaranya seorang pemuda mantan mahasiswa bernama Ruben, yang menderita kelainan jiwa selama belasan tahun belakangan ini. Kondisi pemuda ini sangat miris. Dia hidup di balik jeruji besi dalam bangunan khusus yang dibuat oleh keluarga di samping rumah.

Selain itu, tim juga mendapati lansia terlantar yang hidup dengan kondisi seadanya. Lansia bernama Ne’ Nanti ini tidak tercatat sebagai penerima raskin, tidak memiliki kartu keluarga, apalagi Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tim juga mendapati sebuah keluarga, yang oleh karena keterbatasan ekonomi, tidak memiliki tempat tinggal dan menumpang di tongkonan.

Baca Juga  Mayat Bayi Dengan Tali Pusar Ditemukan di TPA Lombongan Toraja Utara

Selain mendata dan mencatat, tim dari Dinas Sosial juga memberikan bantuan social, berupa beras, tikar, dan beberapa barang kebutuhan lainnya.

“Pendataan ini kami lakukan bukan hanya di dekat-dekat kota saja. Saat ini kami sementara keliling dari kecamatan ke kecamatan untuk mendata semua penyandang masalah kesejahteraan sosial,” ungkap Elisabeth Zakaria.

Dia menyebut, jumlah penyandang masalah sosial yang belum tercatat cukup banyak dan tersebar di berbagai tempat. Pihak Dinas Sosial, kata dia, akan terus melakukan pendataan agar bisa memperoleh data yang valid, by name by address, sehingga dengan begitu memudahkan untuk penyaluran bantuan sosial. Selain itu, agar bantuan sosial tidak salah sasaran. (Arthur/Juf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *