Dibutuhkan Kerja Serius ASN dalam Pencegahan dan Pemutusan Mata Rantai Covid-19

  • Whatsapp

Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari pemerintahan merupakan aparatur yang memiliki posisi strategis dalam mewujudkan tujuan bernegara yaitu meningkatkan kecerdasan, kesejahteraan, dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Posisi strategis yang dimaksud adalah ASN merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam merencanakan, menyusun, dan melaksanakan program-program kegiatan sebagaimana yang sesuai dengan strategi dan arah kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Hal ini sejalan dengan fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pemberi pelayanan public, dan sebagai pemersatu bangsa sebagaimana yang tertuang dalam UU No.5 Tahun 2014 Tentang ASN. Berdasarkan fungsi ASN tersebut maka sesungguhnya tidak ada alasan bagi seorang ASN untuk tidak terlibat secara aktif dan profesional dalam mendukung dan melaksanakan setiap peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Bacaan Lainnya

Dalam hal terjadinya pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung dan memakan korban jiwa yang tidak sedikit serta dampaknya terhadap krisis ekonomi yang semakin tajam, maka sungguh sangat dibutuhkan keterlibatan ASN dalam upaya pencegahan dan pemutusan rantai penularan covid-19 secara serius dan lebih proaktif lagi.

Hal ini menjadi menjadi sangat penting mengingat kondisi sosial dan struktur masyarakat yang bersifat paternalistik dimana mereka selalu bercermin pada pola perilaku yang di tampilkan oleh para pejabat pemerintahan dan termasuk ASN. Jika seluruh ASN secara sadar menerapkan protokol kesehatan dalam lingkup rumah tangga dan keluarga serta secara aktif melakukan edukasi protokol kesehatan di lingkungan masyarakat dimana mereka berada maka hampir dapat dipastikan akan memperlihatkan trend positif penurunan jumlah kasus terinfeksi Covid-19, karena ASN merupakan sosok yang berpengaruh dan dapat dipercayai oleh masyarakat.

Namun dalam kenyataannya justru banyak oknum ASN yang sepertinya masa bodoh dan tidak mau peduli dengan kondisi pandemi Covid-19 ini. Boro-boro mau terlibat dalam mengedukasi masyarakat menggunakan masker saja untuk kepentingan kesehatan dan keselamatan diri dan keluarganya diabaikan. Masih banyak ASN yang masuk kantor tidak menggunakan masker, masih sering bergerombol tidak menjaga jarak apalagi mau menggunakan hand sanitizer atau cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Berdasarkan hasil diskusi-diskusi dengan beberapa rekan ASN nampaknya masih ada ASN yang masih tidak yakin bahwa Covid-19 benar-benar ada dan terpengaruh dengan informasi-informasi menyesatkan bahwa Covid-19 hanyalah konspirasi belaka sehingga mereka menjadi lalai dalam penerapan protokol kesehatan. Buktinya saya sehat-sehat aja meski tidak pernah menggunakan masker bukan?

Pemahaman seperti ini sungguh sangat keliru karena mereka tidak paham bahwa meskipun mereka tidak bergejala sama sekali tidak menutup kemungkinan mereka adalah carier Covid-19. Hanya karena daya tahan tubuh dan imunitas mereka baik sehingga mereka tidak bergejala sama sekali. Sebagai kemungkinan akibat yang terjadi adalah mereka menyebarkan covid-19 kepada setiap orang yang dijumpainya dan orang yang ditularinya akan menularkan keorang lain dan seterusnya. Pada gilirannya ada diantara mereka yang menularkan pada orang yang kondisi kesehatan dan imunitas tubuh rendah, maka merekalah yang akan menjadi korban keganasan Covid-19 ini.

Namun jika para ASN bersatu dan mengambil tanggung jawab moral dan menyadari fungsinya sebagai pelaksana kebijakan publik, pemberi pelayanan publik dan sebagai pemersatu bangsa, maka diminta atau tidak diminta mereka akan turut berjibaku dalam pencegahan dan pemutusan rantai penularan covid dengan menjadi role model dilingkungan dimana mereka berinteraksi dan bersosialisasi. Hal ini tentunya akan berdampak positif karena mereka adalah panutan dalam masyarakat.

Pandemi ini akan tetap sulit dikendalikan jika semua tanggung jawab ini dilimpahkan pada tenaga kesehatan saja. Sangat dibutuhkan sinergitas dari berbagai pihak khususnya ASN dalam setiap wilayah pemerintahan. ASN tidak boleh berpangku tangan saja tanpa turut memainkan perannya di masyarakat, paling tidak dilingkungan unit kerja dimana ASN tersebut bekerja.

Ayo ASN , mari bersinergi dengan membudayakan perilaku protokol kesehatan dimanapun kita berada, baik di rumah, dikantor, di warkop atau dimana saja dimana terjadi banyak kerumunan orang. Hentikanlah membuat status atau postingan dimedia sosial yang terkesan melemahkan upaya-upaya pencegahan dan pemutusan rantai penularan Covid-19 , tetapi sebaliknya mulailah membuat langkah-langkah mengedukasi masyarakat dengan bekerja sama dengan RT/RW dimana kita berada untuk melakuan gerakan pencegahan dan pemutusan rantai penularan dengan membudayakan perilaku protokol kesehatan. (*)

Penulis: DR. dr. Ampera Matippanna, S.Ked, MH — ASN Pemprov Sulsel

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *