Di Samping Air Terjun Erong Ini Ada Makam Gantung

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, PIONGAN — Toraja seakan tidak pernah kehabisan tempat-tempat unik untuk dikunjungi. Masih banyak potensi tersembunyi di kampung-kampung yang belum digarap untuk mendatangkan wisatawan ke daerah tersebut.

Salah satunya adalah potensi wisata yang ada di Lembang Piongan, Kecamatan Dende Piongan Napo, Toraja Utara. Di lembang (desa) ini ada potensi wisata berupa air terjun setinggi kurang lebih 50 meter, yang terletak di kampung Kata. Uniknya lagi, di dinding batu di samping air terjun ini ada makam gantung yang menyimpan banyak sekali erong berisi tengkorak dan tulang belulang. Usia makam ini diperkirakan sudah ratusan tahun.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  Pedagang Sayur di Pasar Makale Mengadu ke Komisi III DPRD Tana Toraja

Erong adalah peti mati yang terbuat dari kayu besar dengan berbagai model, diukir, dan biasanya digantung di tebing atau gua-gua alam di Toraja. Bentuk erong yang ada di Toraja umumnya ada tiga, menyerupai perahu, kepala kerbau, dan kepala babi.

Kepala Lembang Piongan, Atus Somba, yang dikonfirmasi karebatoraja.com, beberapa waktu lalu, menyatakan warga setempat sudah mengetahui objek wisata ini sejak lama. Warga menyebutnya dengan objek wisata Erong.

Sayangnya, kata Atus, akses jalan ke tempat ini belum memadai, hanya berupa jalan setapak yang digunakan orang untuk mengunjungi objek wisata ini. Atus menyebut, jika hendak berkunjung ke tempat ini, kita masih harus berjalan kaki kurang lebih 250 meter.

Baca Juga  Kalatiku Yakin Presiden Jokowi Bakal Hadiri Lovely December di Toraja Utara

“Ada rencana kita mau buka jalan ke objek wisata Erong. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah bisa terwujud,” ujar Atus.

Dia mengatakan, usia makam gantung yang ada di samping air terjun ini sudah ratusan tahun. Komplek makam ini sudah tidak digunakan lagi oleh warga setempat. Namun benda purbakala berupa erong dan tulang belulang manusia masih dijaga dan dipelihara dengan baik oleh warga.

Shary Arista, warga Piongan, juga bercerita mengenai objek wisata ini. Shary mengatakan objek wisata ini masih sangat alami dan dijaga dengan baik oleh warga.

Dia berharap, pemerintah membuka akses transportasi ke tempat ini, juga melakukan promosi agar objek wisata ini bisa dikenal lebih luas. (Desianti/foto: Shary A.)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *