Di Bittuang, Tana Toraja, Warga Muslim Turut Rayakan Natal

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, BITTUANG — Ini tradisi toleransi dan saling menyayangi serta menghormati antar warga Bittuang, kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, yang sudah berlaku puluhan tahun, turun temurun.

Ya, setiap hari besar keagamaan, warga saling mengunjungi dan menghadiri upacara keagamaan tersebut. Jika umat muslim merayakan Idhul Fitri, umat nasrani ikut ambil bagian, demikian pula sebaliknya, jika warga nasrani merayakan Natal dan Paskah, umat muslim juga turut serta.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  Sepekan, Polisi Ungkap Tiga Kasus Asusila, Orang Tua Dihimbau Awasi Pergaulan Anak

Contoh paling baru diperlihatkan pada ibadah perayaan Natal yang dilaksanakan di Gereja Toraja Jemaat Le’tek, Klasis Bittuang, Senin, 25 Desember 2017. Selain dihadiri oleh umat dari denominasi lain, seperti Katolik dan Pantekosta, ibadah Natal yang dipimpin oleh Pdt. Yulianus Karoma, ini juga dihadiri umat muslim dari yang merupakan Jemaah masjid Nurul Yaqin Bittuang dan masjid Amal Bakti Pali.

“Saya termasuk baru, tapi menurut orang-orang tua di sini, tradisi seperti ini sudah berlangsung puluhan tahun. Para penggagasnya sudah tiada, yang melanjutkan sekarang adalah kami generasi kedua dan ketiga,” ungkap Ridwan Hasli, seorang Kepala SMP di Bittuang.

Tokoh-tokoh Kristen, Islam, dan Katolik, berfoto bersama usai ibadah perayaan Natal di Gereja Toraja Jemaat Le’tek, Bittuang.

Menurutnya, ibadah Natal yang dihadiri banyak sekali anggota jemaat dan Jemaah masjid ini berlangsung meriah dalam suasana kegembiraan penuh rasa kekeluargaan. “Kalau umat muslim punya hari raya, umat Kristen dan Katolik juga ikut,” ungkap Ridwan.

Baca Juga  FOTO: Menantang Maut Demi Pelayanan di Sarang-Sarang, Toraja Utara

Tidak hanya upacara keagamaan saja, jiwa gotong royong dan saling membantu antar umat beragama terlihat di Bittuang. Berdasarkan penuturan Sekretaris Panitia Pembangunan Masjid Nuril Yaqin Bittuang, M. Ilyas Baco’, ketua pembangunan masjid Nurul Yaqin yang pertama adalah seorang penganut Kristen yang taat.

Warga dari berbagai agama yang ada berfoto bersama usai ibadah perayaan Natal

“Benar, saya saksi hidup. Ketua pembangunan masjid ini adalah seorang tokoh Kristen, Bapak Yusuf Suppak,” ungkap M. Ilyas Baco.

Menurut Ilyas, tanah dimana bangunan masjid itu berdiri seluas 30×40 meter persegi, juga diwakafkan oleh warga Kristen setempat. (Arthur/Arsyad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar