Desakan Penggantian Camat Rantepao Menguat

  • Whatsapp

Sudah diberi kesempatan selama tiga tahun, namun Kota Rantepao tidak mengalami perubahan signifikan. Bahkan boleh dikata mengalami kemunduran. Itu alasan kenapa Yakonias Albini, Sang Camat, didesak untuk diganti.

KAREBATORAJA.COM, RANTEPAO — Desakan agar Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan, mengganti Camat Rantepao, Yakonias Albini, menguat. Hal itu disebabkan karena Putra Papua ini dianggap gagal membenahi Kota Rantepao, Ibukota Kabupaten Toraja Utara, selama tiga tahun kepemimpinannya.

Bacaan Lainnya

Penelusuran karebatoraja.com, desakan untuk mengganti Yakonias ini awalnya disuarakan oleh aktivis sosial kemasyarakatan, Yulius Dakka, di wall group media sosial facebook Kaboro Membangun Torut pada Senin pagi, 21 Januari 2019.

Baca Juga  Meriahnya Festival Kandian Dulang

Di wall group yang dihuni 15.935 netizen ini, Yulius Dakka menulis:

Selamat pagi members Toraja Utara, lama tak jumpa…

Kembali lagi saya harus bercuap-cuap menyampaikan realitas lapangan mengenai wajah pemerintahan Toraja Utara, khususnya Kecamatan Rantepao. Betapa semrawutnya Rantepao sekarang ini di bawah pimpinan “Pace”. Pagi ini saya kembali gusar dikarenakan kedatangan saya dalam rangka meminta klarifikasi soal obyek wisata salib Singki’ yang terlantar. Kenapa saya datang ke kantor kecamatan Rantepao karena obyek tersebut dalam wilayah administrasi pemerintahan kecamatan Rantepao. Rupanya bapak Camat sudah 2 bulan tidak masuk kantor. Mohon kepada bapak Bupati Toraja Utara agar hal ini segera dipertimbangkan untuk mengganti beliau agar tugas pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Sekian dan terima kasih, wassalam

Postingan Yulius Dakka ini kemudian direspon begitu banyak netizen. Rata-rata netizen mengamini apa yang dikeluhkan Dakka. Bahwa kondisi Kota Rantepao memang masih semrawut dan tidak banyak yang berubah. Padahal, sejak awal dilantik pada Kamis, 26 Januari 2017, warga sudah meragukan kemampuan Yakonias untuk membenahi Kota Rantepao.

Baca Juga  Warga Toraja Ikut Berpartisipasi pada HUT NTT ke 59

BERITA TERKAIT: Kalatiku Lantik Putra Asli Papua Jadi Camat Rantepao

“Dari awal pelantikan beliau, saya sudah bertanya-tanya, kira-kira apa maksud sehingga ada impor pejabat yang notabene hanya sekelas eselon IIIb? Kalau selevel eselon IIB mungkin karena prestasi sehingga harus ada impor dan selama pelantikan hingga saat ini kayaknya jalan di tempat,” sebut Rudy TB.

Netizen lain, Alex R, menyebut jika camat tidak masuk kantor begitu lama atau kurang berprestasi, itu bukan semata kesalahan bupati, tapi Sekretaris Daerah juga harus ikut bertanggung jawab. Sebab, Pembina utama ASN adalah Sekretaris Daerah.

“Harusnya yang punya tanggungjawab terhadap perilaku ASN adalah Sekda, sebagai pembina utama ASN di daerah. Kasus camat Rantepao yang sudah dua bulan tidak diketahui keberadaannya alias mangkir masuk kantor, maka yang patut dipertanyakan adalah Sekda-nya. Kok ada anak buahnya sampai dua bulan tidak masuk kerja, tapi tidak ada penindakan,” tulis Alex.

Baca Juga  Klaim Didukung PDIP dan Gerindra, Kalatiku Siap Maju di Pilkada Toraja Utara

Sebelum dilantik oleh Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan, menjadi Camat Rantepao, Yakonias Albini menjabat Kepala Bidang Sosial Budaya Fisik Sarana dan Prasarana pada Badan Pemberdayaan dan Pemerintahan Kampung Kabupaten Waropen, Provinsi Papua. Dia adalah alumni Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Departemen Dalam Negeri. (Naskah: Arthur/foto: dok. Kareba Toraja)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar