Cegah Corona, Gereja Katolik KAMS Tiadakan Misa di Gereja dan Ibadat Lainnya yang Melibatkan Banyak Umat

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKASSAR — Gereja Katolik di wilayah Keuskupan Agung Makassar (KAMS) meniadakan semua pelaksanaan ibadat dan pertemuan langsung (tatap muka) yang menghadirkan banyak orang untuk mencegah penularan virus Corona (Covid-19).

Pelaksanaan ibadat yang melibatkan banyak orang seperti misa Hari Minggu, misa pagi, ibadat rumah tangga, jalan salib setiap hari Jumat pada masa Pra Paskah, doa rukun, dan pendalaman iman.

Bacaan Lainnya

Kebijakan ini dikeluarkan Uskup Agung Makassar, Mgr John Liku-Ada’ melalui surat himbauan nomor 20.03/C-1.1/2020 tanggal 20 Maret 2020 perihal tindak lanjut himbauan pemerintah terkait pencegahan pandemi Covid-19.

Baca Juga  Tiga Mahasiswa Toraja yang Diavekuasi dari China Dinyatakan Bebas Corona

Kebijakan ini diberlakukan hingga dua pekan ke depan terhitung sejak Jumat, 20 Maret 2020 hingga 3 April 2020. “Ibadat dan pertemuan dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi informasi,” seru Mgr John.

Uskup Agung Makassar juga menghimbau kepada seluruh umat Katolik agar menjaga kebersihan lingkungan serta meminimalisir kontak antara satu dengan yang lain dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter. Umat juga dihimbau untuk melakukan mobilitas kecuali untuk hal-hal yang sangat mendesak.

“Kepada yang sakit, hendaknya tetap tinggal di rumah dan mengenakan masker,” pinta Mgr. John Liku-Ada’.

Surat himbaun Uskup Agung Makassar ini kemudian ditindaklanjuti oleh paroki-paroki yang ada di wilayah KAMS. Salah satunya adalah Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Makale, Tana Toraja.

Baca Juga  Dinkes Toraja Utara Pastikan Isu Virus Corona di Tondon Tidak Benar

Melalui surat nomor 44/PM/III/2020 tanggal 20 Maret 2020, Pastor Paroki Makale, RD Albert Antonius Arina meniadakan kegiatan misa hari Minggu di gereja, baik di gereja paroki maupun di stasi-stasi yang ada di wilayah Paroki Makale.

Surat himbauan Uskup Agung Makassar dan Pastor Paroki Makale.

Selain misa hari Minggu, jalan salib hari Jumat dan ibadat rumah tangga, misa pagi, dan kegiatan keagamaan lainnya yang melibatkan banyak umat, juga ditiadakan.

“Kebijakan ini berlaku sejak Jumat, 20 Maret 2020 hingga dua pekan ke depan,” terang RD Albert Arina, Sabtu, 21 Maret 2020.

Dia juga menginformasikan bahwa Misa Hari Minggu bisa diikuti oleh umat lewat live streaming pada hari Minggu, 20 Maret 2020 dan 29 Maret 2020 pukul 09.00 Wita.

Baca Juga  IMTB Galang Dana untuk Pembangunan Gereja di Kayuosing, Yuk Kita Bantu!

“Umat diharap tetap menjaga kebersihan lingkungan dan tetap mengupayakan doa pribadi dan bersama dalam keluarga,” pungkasnya. (*)

Penulis: Arthur
Foto: dok. Kareba Toraja

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *