Caleg Hanura Ini Gelorakan Perlawanan Terhadap Politik Uang

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, SOPAI — Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif tinggal hitungan hari. Sejumlah calon anggota legislatif (caleg) berlomba mengadu strategi untuk menarik perhatian pemilih. Namun yang menjadi momok bagi para caleg saat ini adalah maraknya dugaan politik uang menjelang pemilihan umum.

Hal ini benar-benar membuat kualitas demokrasi menjadi buruk dan sangat jauh nilai dan tujuan demokrasi.

Bacaan Lainnya

Itulah yang menjadi alasan bagi Caleg dari Partai Hanura Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Budiwarsa, SE, menggelorakan perlawanan terhadap praktek politik uang (money politic). Budiwarsa menganggap bahwa praktek money politic yang terjadi dari tahun ke tahun telah merusak sistem demokrasi di Indonesia, saat kita harus mencari pemimpin-pemimpin yang memiliki integritas dan kapasitas yang mumpuni.

Baca Juga  Musda KNPI Tana Toraja, Barisan Muda Kosgoro Dukung Pasangan Jens-Sidik

Budiwarsa mengajak warga masyarakat untuk bersatu melawan praktek money politic. Sebab praktek itu melanggar Undang-Undang Pemilu dan bisa dipidana serta merusak mental untuk membangun.

“Saya ini adalah salah satu caleg yang berkompetisi di Dapil 4 yang katanya “dapil neraka” tapi saya tidak akan pernah bertaruh dengan cara yang kotor seperti money politic, saya tidak mau membodohi masyarakat dengan permainan begitu,” tutur caleg nomor urut 3 tersebut.

 

Budiwarsa merasa prihatin dengan kondisi perpolitikan di Toraja Utara saat ini. Masyarakat Toraja Utara ini belum memahami politik, masih banyak yang memikirkan hal-hal yang sifatnya sesaat, dan tidak memikirkan apa yg akan terjadi bagi mereka 5 tahun ke depan.

Baca Juga  GEPPMATOR Dukung Frans Bore Maju di Musda KNPI Tana Toraja

“Jangan pernah berharap masyarakat Toraja bisa maju jika tidak berani memulai dari sekarang memberikan pembelajaran politik yang benar dan berani mengambil keputusan yang tegas, tepat dan tidak populer dalam memilih pemimpin-pemimpin kita,” katanya.

Budiwarsa mengatakan, jika masyarakat Toraja memberikan kesempatan kepadanya untuk duduk di DPRD Toraja Utara, dirinya siap menjalankan fungsi-fungsi legislasi yang sebenarnya, menjaga, mengawasi, dan mengawal seluruh aspek pembangunan di segala bidang kehidupan.

“Dan itulah fungsi legislatif yang sebenarnya, selain memperjuangkan aspirasi masyarakat, dan juga sebagaiKontrol terhadap Pemerintahan. Serta bagaimana kita bisa memperjuangkan kebutuhan masyarakat jika tidak berada dalam sistem dan cara yang benar,” pungkasnya. (*)
Penulis/foto: Herson Pasuang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *