Bupati Tana Toraja Ikut Mainkan Rebana di Festival Qasidah Rebana Toraya Maelo

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKALE — Ada pemandangan menarik pada pembukaan Festival Qasidah Rebana dalam rangkaian event Toraya Maelo di Pasar Seni Makale, Rabu malam, 13 Desember 2017.

Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, ikut naik ke panggung saat salah satu kelompok peserta menampilkan permainan musik Qasiah Rebana. Orang nomor satu di Tana Toraja ini pun ikut duduk bersila dan memainkan rebana. Nicodemus terlihat berupaya mengikuti irama yang sedang dimainkan oleh kelompok musik Qasidah Rebana tersebut.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  BPJS Kesehatan Makale Jalin Sinergi Pengawasan Kepatuhan Badan Usaha dengan Pemda dan Kejaksaan

Sontak aksi ini mengundang apresiasi dari tamu undangan maupun penonton yang hadir. Nicodemus pun mendapat tepuk tangan dari penonton dan tamu undangan.

Festival Qasidah Rebana yang dilaksanakan oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) Kabupaten Tana Toraja ini ikut ambil bagian dalam rangka memeriahkan event Toraya Maelo 2017 mendatang

Ketua Panitia Festival Qasidah Rebana, Muhardi, mengatakan sekitar 42 group Qasidah Rebana kategori remaja dan dewasa dari berbagai sanggar seni dan masjid se-Kabupaten Tana Toraja ikut memeriahkan festival ini. Festival ini berlangsung selama tiga hari, 13-15 Desember 2017.

Sementara itu, Ny. Hj. Nurlia Datuan Batara, yang juga Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tana Toraja, selaku Koordinator Acara menjelaskan konsep acara festival ini akan sedikit lebih teratur dibanding tahun lalu terutama pada penjurian, sehingga tahun ini kita memilih juri yang memang bisa dijamin kredibilitasnya.

Baca Juga  Pemuda Toraja di Wamena Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Nduga

“Untuk Festival Qasidah Rebana tahun ini kita tidak memberi batasan umur supaya semua bisa terakomodir, siapapun itu kalau masih bisa memainkan Qasidah Rebana kita ikutkan, sehingga kita memang mengambil konsep yang klasik,” ungkap Hj. Nurlia

Menurut istri Wakil Bupati Tana Toraja ini, Qasidah Rebana ini memang lebih bernuansa Islami karena tujuan kegiatan adalah bagaimana mempererat talih silaturrahmi komunitas muslim yang ada di Tana Toraja. (Arsyad Parende)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *