Bersama 8 Objek Lainnya, Gereja Tua Rantepao Didaftarkan Jadi Cagar Budaya

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, RANTEPAO — Gereja Toraja Jemaat Rantepao atau yang dikenal dengan sebutan “gereja tua” didaftarkan bersama delapan objek lainnya di Toraja Utara menjadi cagar budaya.

Penetapan sembilan objek cagar budaya di Toraja Utara ini diutarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan dalam rapat koordinasi dan sidang penetapan Cagar Budaya tahun 2020 di Hotel Luta Rantepao, Selasa, 3 November 2020.

Bacaan Lainnya

Gereja Toraja Jemaat Rantepao sempat menjadi perbincangan hangat masyarakat, juga terjadi pro kontra ketika panitia pembangunan jemaat tersebut berencana membongkar bangunan gereja lama dan diganti dengan bangunan baru. Rencana ini pun mendapat reaksi penolakan dari banyak sekali elemen masyarakat. Salah satu alasan penolakan adalah soal cagar budaya. Belakangan, panitia pembangunan mengalah dan membuat desain baru untuk pembangunan gedung baru Gereja Toraja Jemaat Rantepao.

Baca Juga  Lumbung Diakonia Gereja Toraja Salurkan Bantuan kepada Mahasiswa Simbuang-Mappak di Toraja Utara

Selain Gereja Tua Rantepao, masih ada delapan objek lainnya yang didaftarkan menjadi cagar budaya, diantaranya Buntu Pune, Buntu Remen, Kalimbuang Bori’, Ke’te Kesu, Londa, Pala’ Tokke, Palawa’, dan Rante Karassik.

Penjabat sementara (Pjs) Bupati Toraja Utara, Amson Padolo menyambut positif  sidang penetapan cagar budaya tersebut. Dia menyebut, sidang tersebut dilakukan untuk melihat lebih detail apa saja objek yang layak dijadikan cagar budaya.

Amson berharap, dengan penetapan cagar budaya tersebut Toraja Utara akan mendapatkan peluang untuk menjadi yang terbaik di tingkat provinsi maupun nasional sehingga menjadi salah satu pemukiman tradisional warisan budaya dunia UNESCO.

Dalam sidang dan penetapan Cagar Budaya ini,  dilaksanakan juga diskusi bersama Pemkab Toraja Utara, Aliansi Masyarakat Adat Toraja dan Tim Ahli Cagar Budaya dari Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendapatkan beberapa masukan yang lebih spesifik yang  menjadi pertimbangan dan rekomendasi nantinya.

Baca Juga  Pengucapan Syukur, Gereja Toraja Jemaat Rantepao Gelar Beragam Kegiatan

Sidang Penetapan Cagar Budaya ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari surat keputusan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan No.005/4597/Budpar, tanggal 26 Oktober 2020 perihal Rapat Koordinasi dan Sidang Penetapan Cagar Budaya dalam rangka pengajuan warisan budaya pemukiman Tradisional Toraja sebagai warisan budaya dunia UNESCO yang telah terdaftar dalam tentative list UNESCO sejak 2009 dengan nama Tana Toraja Traditional Settlement.

Kegiatan sidang itu dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Kebudayaan Muhammad Saleh, Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Sampe Paembonan, Sekda Kabupaten Toraja Utara Rede Roni Bare, Asisten I Pemkab Torut Semuel Sampe Rompon, Kepala Dinas Pariwisata Toraja Utara Yorry Lesawengan, Kepala OPD, Camat serta Aliansi Masyarakat Adat Toraja. (*)

Baca Juga  Kaum Bapak Gereja Toraja Ajari Petani di Pinrang Produksi Jus Ternak

Penulis: Desianti
Foto: Gereja Toraja Jemaat Rantepao yang sudah didaftarkan menjadi Cagar Budaya oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *