BERITA FOTO: Suatu Pagi di Langdoan, Rano, Tana Toraja

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, RANO — Keindahan Toraja memang tak pernah habis untuk dibahas; dimana-mana anugerah Tuhan itu terpampang. Begitu mudah mendapatkan keindahan di sini. Ya, itulah Toraja, sekeping surga yang jatuh ke bumi.

Rano adalah salah satu kecamatan di bagian barat Tana Toraja. Kecamatan ini merupakan pemekaran dari kecamatan Bonggakaradeng, yang terkenal dengan sarong putih khas Toraja Barat itu. Kecamatan ini belum lama berdiri sendiri, sehingga tidak banyak diketahui orang, namun Rano menyimpan sejuta pesona keindahan alam, landscape yang yang megah bagai lukisan di kanvas maestro ternama, dan tentu saja hasil bumi yang cukup melimpah.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  Pither Singkali Incar Kursi DPR RI Lewat Partai Berkarya

Jika, beberapa waktu belakangan ini, khayalak dihentakkan oleh penemuan padang safana nan menawan di Ollon, Lembang Bau, kecamatan Bonggakaradeng, itu baru bagian kecil dari anugerah alam yang dianugerahkan Tuhan untuk warga Toraja Barat. Masih banyak tempat lain di wilayah Bonggakaradeng dan Rano, yang juga menawarkan panorama alam yang menawan.

Nataniel Patandean, seorang dokter muda yang bertugas di Puskesmas Rano, dalam perjalanan tugasnya keliling kecamatan, berhasil mengabadikan sebuah momen berharga di Langdoan, Lembang Rumandan, Kecamatan Rano. Momen pagi yang indah di Rumandan.

Foto yang diambil menggunakan kamera ponsel ini menggambarkan sebuah suasana yang indah, damai, dan tenang, khas perkampungan. Dokter muda ini memberikan judul pada foto-fotonya “Mereka yang sudah berjuang saat pagi masih berkabut”.

Baca Juga  BERITA FOTO: Soal Dampak, Longsor di Rano Lebih Parah dari Sereale

Kelihatannya Nataniel ingin melukiskan sebuah suasana dimana para petani di Rumandan sudah berangkat menuju ke sawah atau kebunnya saat kabut masih menyelimuti kampung mereka. Waktu itu menunjukkan bahwa para petani di Rumandan sudah berangkat mencari nafkah bersamaan dengan turunnya ayam dari pepohonan di pagi hari. Perfecto!!

Penduduk Rumandan mayoritas adalah petani dan peternak. Mereka menggantungkan hidupnya dari hasil kebun dan sawah, juga ternak. Untungnya, tanah di sini cukup subur, sehingga masyarakat memanfaatkannya untuk menaman padi, coklat, kopi, dan belakangan mereka sudah mulai rajin menanam sayur-mayur, seperti bawang, kacang tanah dan jagung. Saban pagi, para petani sudah menuju ke sawah dan ladang mereka. Sebagian menuju ke padang safana untuk menggembalakan ternah sapi, kerbau, dan kambing.

Baca Juga  VIDEO: GMKI Toraja Protes Penyegelan Gereja dan RUU Pesantren

Jika Anda ingin merasakan suasana perkampung dan kedamaian seperti pada foto-foto dokter Nataniel ini, Anda bisa meluangkan waktu untuk berkunjung ke sana. Jarak kampung ini dari Makale, ibukota kabupaten Tana Toraja, cukup dekat, hanya sekitar 50 kilometer. Kondisi jalan cukup bagus, sebagian besar sudah dirabat beton.

So, tunggu apa lagi, berkunjunglah ke Bukit Teletubies Ollon dan menginaplah di Rumandan untuk menunggu pagi indah menyapa Anda. (Naskah: Desianti/foto: Nataniel Patandean)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *