BERITA FOTO: Mata Air Panas di Bittuang Ini Dipercaya Bisa Sembuhkan Penyakit

  • Whatsapp
Warga sekitar memanfaatkan air dari sumber mata air panas Palayang untuk menyembuhkan penyakit kulit

KAREBA TORAYA — Toraja seolah tidak pernah kehabisan sumber daya alam dan pesona wisata. Jika sebelumnya, kami pernah membeberkan beberapa liputan mengenai objek wisata baru, baik di wilayah Toraja Utara maupun Tana Toraja, kali ini kami ingin mengajak pembaca ke sebuah tempat, yang baru kami temukan, yakni ke sumber air panas alam Palayang di lembang Balla, kecamatan Bittuang, Tana Toraja.

air-panas-1

Bacaan Lainnya

Lokasi sumber air panas ini cukup luas dan terdapat banyak titik mata air. Menurut penuturan warga setempat, lokasi ini jauh sebelumnya sudah diketahui masyarakat. Namun kemudian ditinggalkan akibat peristiwa gempa bumi beruntun sekitar tahun 1962. Namun kurang lebih setahun pasca peristiwa gempa bumi itu, warga kembali bermukim di sekitar lokasi air panas.

Sumber air panas Palayang ini diduga muncul atau terbentuk karena adanya aktivitas gempa bumi yang terjadi di wilayah itu pada sekitar tahun 1962. Patahan atau pergeseran kerak bumi akibat gempa mengakibatkan panas bumi bersentuhan dengan aliran air tanah dan menyembur ke permukaan bumi. Kandungan belerang yang sangat banyak di lokasi munculnya mata air panas, menjelaskan hal itu. Aktivitas vulkanologi (gunung berapi) menyebabkan panas bumi bersentuhan dengan aliran air tanah. Sayangnya, hingga tulisan ini kami turunkan, belum diperoleh data mengenai suhu atau temperatur yang dihasilkan oleh air panas Palayang.

Baca Juga  FOTO: Tongkonan Alloan; Spot Baru Negeri di Atas Awan Mengkendek

air-panas-2

Dugaan bahwa mata air ini terjadi karena aktivitas gempa bumi bisa disimak dari cerita Benyamin Bagenda, tokoh masyarakat setempat. Menurut Benyamin, pada awalnya, lokasi sekitar mata air panas ini merupakan permukiman warga Balla. Namun warga kemudian mengungsi karena gempa yang terjadi terus menerus dengan kekuatan sekitar 8 skala ricther.

“Mulanya titik mata air hanya satu saja, tetapi setelah peristiwa gempa bumi itu, jumlahnya menjadi sangat banyak dan bermunculan di mana-mana,” jelas Benyamin.

air-panas-3

Letak sumber mata air Palayang berada persis di lembah yang diapit oleh dua gunung besar, masing-masing Gunung (Buntu) Karua dan Buntu Barana’. Lokasi ini berada di lembang Balla, sekitar tujuh kilometer dari ibukota kecamatan Bittuang. Untuk mencapai lokasi ini bisa menggunakan kendaraan roda empat hingga ke Balla. Namun untuk mencapai lokasi harus ditempuh dengan berjalan kaki sekitar satu kilometer. Dengan sepeda motor memang bisa sampai di lokasi, tetapi hanya pada musim kemarau. Jika pemerintah kabupaten Tana Toraja ingin mengelolah objek ini sebagai tempat wisata, kelihatannya banyak hal yang harus dibenahi, baik di lokasi maupun fasilitas transportasi untuk sampai ke tempat ini. Harus ada kolam yang dibuat dimana air panas dicampur dengan air dingin. Sebab, air yang keluar dari mata air tidak bisa langsung digunakan manusia, saking panasnya.

Baca Juga  FOTO: Kapolres Tana Toraja Makan Nasi Kotak Bersama Tahanan

air-panas-4

Jika saja suatu saat tempat ini dijadikan objek wisata, para pengunjung tidak hanya disuguhkan oleh khasiat dari mata air panas ini, tetapi juga dimanjakan oleh lanscape alam yang sangat indah dan lingkungan hutan alam yang masih perawan. Konon, air dari mata air panas ini bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit, reumatik, dan asma.

Menurut Benyamin, masyarakat setempat tidak keberatan bila pemerintah ingin menjadikan lokasi ini sebagai objek wisata. Hanya saja, harus didukung oleh sarana dan prasarana transportasi dan sarana lainnya, agar selain bisa digunakan wisatawan, juga bisa membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

air-panas-5

Selain sebagai objek wisata, menurut Benyamin, sudah beberapa kali pemerintah melakukan survey kadar gas alam yang terdapat di Palayang ini.

Baca Juga  Hari Ini, Kota Makale Macet Sangat Parah

“Kalau saya tidak salah hitung, sudah sekitar 11 kali para ahli datang survey di sini, lengkap dengan peralatan-peralatan canggih. Saya hanya dengar dari mereka, katanya kandungan gas alam di Palayang ini sangat besar dan bisa menghasilkan daya listrik yang besar, yang bisa menjangkau seluruh wilayah provinsi Sulawesi Selatan,” jelas Benyamin. (Roky)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *