Batu di Puncak Gunung Ini Mirip Tedong Silaga

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, REMBON — Sebuah Gunung bernama Buntu Batu Silaga yang terletak di Dusun Ratte, Lembang To’pao, Kecamatan Rembon, memiliki mitos yang sangat menarik yang diyakini oleh masyarakat sekitar sejak turun-temurun.

Berikut ini ulasan tentang mitos Buntu Batu Silaga berdasarkan penelusuran mahasiswa KKN UKI Toraja dari Lembang To’pao, Kecamatan Rembon.

Bacaan Lainnya

Menurut cerita, masyarakat Lembang To’pao percaya bahwa Buntu Batu Silaga tersebut menyerupai Tedong Silaga (kerbau yang diadu) sehingga masyarakat setempat menyebut tempat ini dengan nama “Buntu Batu Silaga”.

Baca Juga  Penertiban Bus AKDP dan AKAP di Terminal Makale Diapresiasi Masyarakat

Rembon Silo’, salah satu warga Lembang To’pao, menceritakan asal mula pemberian nama Buntu Batu Silaga karena pada suatu malam tepatnya pada malam Jumat di bulan purnama, masyarakat sekitar mendengar suara gemuruh menyerupai suara kerbau yang sedang diadu tidak jauh dari pemukiman mereka. Awalnya masyarakat tidak menghiraukan suara tersebut. Namun karena suara gemuruh berulang kali terdengar setiap bulan purnama, akhirnya masyarakat setempat mulai penasaran dan memutuskan untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi.

Dari pemukiman, warga melihat seperti ada kerbau yang sedang diadu di atas gunung, sehingga membuat warga penasaran ingin melihat lebih dekat. Warga pun menuju puncak gunung untuk melihat langsung. Sesampainya di puncak, warga dikejutkan dengan adanya batu menyerupai kerbau yang sedang beradu. Dari sinilah awal mula masyarakat menyebut tempat ini dengan nama Buntu Batu Silaga.

Baca Juga  Operasi Fadly, Penderita Tumor Ganas dari Tana Toraja, Berjalan Lancar

Hingga kini, masyarakat Lembang To’pao percaya bahwa batu silaga itu merupakan “balo” atau berkat di kampung mereka.

Menurut warga bahwa sejak dari dulu sudah banyak kerbau yang berhasil digembalakan di atas gunung Batu Silaga. Bahkan Buntu Batu Silaga ini sekarang dijadikan sebagai objek wisata, karena pemandangannya memang sangat menarik dan mempesona.

Dari atas Buntu Batu Silaga kota dapat melihat panorama alam yang indah serta aliran sungai Sa’dan yang membela dua pegunungan.

Buntu Batu Silaga berjarak 19 kilometer dari pusat Kota Makale dan dari ujung jalan desa, pengunjung harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer untuk bisa sampai di puncak Buntu Batu Silaga. (*)

Baca Juga  Ini Pernyataan Sikap Komunitas Anak Toraja Terkait Teror Bom di Surabaya

Penulis: Arsyad Parende
Foto: dok. KKN UKI Toraja

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *