Anak Muda Buntu Borong Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku “Injak Tengkorak” di Ke’te Kesu’

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKALE — Insiden foto seolah-olah menginjak tengkorak mayat di objek wisata Ke’te Kesu’, yang dilakukan oleh dua orang pengunjung, terus mendapat sorotan berbagai lapisan masyarakat Toraja. Kasus ini harus segera ditangani aparat kepolisian.

Jumat, 23 Maret 2018, beberapa kelompok organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Keluarga Besar Anak Muda Buntu Borong (AMBB), mengirim siaran pers ke redaksi karebatoraja.com, yang intinya mendesak dan meminta aparat kepolisian untuk segera mengamankan kedua pelaku. Mereka khawatir, jika tidak segera diamankan bisa menimbulkan keresahan berkempanjangan di masyarakat.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  Dua Srikandi Toraja Ini Hampir Pasti Lolos ke Senayan [DPR RI]

“Pertama-tama kami semua merasa prihatin dan mengutuk tindakan kedua pengunjung objek wisata tersebut. Berikut, kami meminta aparat kepolisian untuk segera mengamankan kedua pelaku tersebut untuk diproses hukum, baik hukum positif maupun hukum adat,” tegas Ketua Keluarga Besar AMBB, Roberto Landa.

Menurut AMBB, tindakan yang dilakukan oleh kedua wisatawan tersebut adalah bentuk penghinaan bagi masyarakat Toraja. “Kami selaku pemuda menegaskan agar pelaku dapat di temukan dan diberikan sanksi yang tegas, baik itu secara adat maupun secara hukum yang berlaku di negara ini,” tandasnya.

AMBB juga berharap agar pemerintah dan pihak pengelola objek wisata Ke’te Kesu’ agar lebih memperhatikan para wisatawan yang ingin berwisata di Toraja. “Seharusnya masyarakat dan pemuda harus menjaga dan melestarikan budaya yang kita miliki. Ingat bahwa Indonesia ini dikenal dunia karena budayanya,” kata Roberto.

Baca Juga  73 Hunian Sementara Dibangun Gereja Toraja untuk Korban Tsunami Palu

Sementara itu, Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto P. Sirait, mengatakan pihaknya tengah menelusuri dan mencari keberadaan kedua wisatawan tersebut. Polisi, kata dia, sudah menemukan sedikit titik terang keberadaan kedua pelaku tersebut.

“Berikan kesempatan polisi bekerja. Kami harap masyarakat tidak terprovokasi dan tetap menjaga situasi kondusif,” katanya. (Arsyad Parende)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *