Adakah Pintu Perdamaian untuk Ketiga Tokoh Toraja Ini?

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKALE — Kalah jadi abu, menang jadi arang; tidak ada yang untung dalam sebuah pertengkaran, apalagi ketiganya adalah tokoh-tokoh muda, yang potensial yang harusnya menjadi contoh dan panutan bagi generasi muda Toraja.

Itu komentar seorang netizen (pengguna akun media sosial) menanggapi berita berjudul Kadis PU Papua Diperiksa Penyidik Polres Tana Toraja, yang dirilis portal berita karebatoraja.com, Senin, 15 Januari 2018.

Bacaan Lainnya

Sama seperti sebagian besar netizen Toraja yang menghuni group-group media sosial, akun Medianto Manapa ini menginginkan agar ketiga tokoh Toraja yang sedang bertikai saat ini, yakni Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua, Djuli Membaya, dan Ketua Ikatan Keluarga Toraja Provinsi Papua, John Rende Mangontan, mengakhiri konflik diantara mereka dengan menempuh jalan damai.

Baca Juga  Inspiratif, Mahasiswa dari Pelosok Tana Toraja Ini Diwisuda Dengan Predikat Cum Laude

“Bukankah orang tua kita selalu mengajarkan siangkaran dan sipakaboro kepada kita semua?” sambungnya lagi.

Saran untuk berdamai untuk ketiga tokoh ini sebenarnya bukan baru pertama kali terdengar atau terbaca di media sosial (karena kasus hukum ketiganya semua berawal dari media sosial). Sudah banyak netizen maupun tokoh-tokoh Toraja yang menyarankan agar ketiganya menempuh jalur damai dan kembali menyatukan pikiran serta perbuatan untuk memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Toraja ke depan.

Pintu perdamaian ini juga kelihatan (meski tidak secara eksplisit) dibuka oleh aparat penegak hukum dalam hal ini Polres Tana Toraja. Kepada wartawan usai memeriksa Kadis PU Papua, Djuli Membaya, Senin, 15 Januari 2018, Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto P. Sirait, menyatakan pihaknya akan meneliti ulang berkas perkara pelanggaran UU ITE yang menjerat Djuli serta meminta masukan dari penyidik.

“Mereka ini (Victor, Djuli, dan John) kan tokoh-tokoh masyarakat Toraja juga. Saya akan pelajari dulu dan habis ini saya akan gelar kasus kembali, dan apa masukan dari rekan-rekan penyidik. Dan saya akan konfirmasi kepada pelapornya,” ungkap AKBP Julianto.

Baca Juga  FOTO: Hati-hati Melintas di Jalan Poros Sa’dan, Anda Bisa Masuk Jurang!

Jauh-jauh hari sebelum kasus ini berkembang begitu rupa, Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara, menyebut dirinya memaafkan Kadis PU Papua, Djuli Membaya. Hanya saja, Djuli diingatkan untuk tidak lagi melakukan tindakan-tindakan yang menyudutkan pihak lain atau memprovokasi sesuatu di media sosial.

“Saya tidak punya urusan lagi dengan DJM, tapi DJM berurusan dengan hukum,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum IKT Provinsi Papua, John Rende Mangontan, juga menyerukan hal yang sama. “Kita tidak ingin saling memenjarakan karena sangat sayang sekali kalau ada talenta muda seperti Djuli itu dihentikan kariernya. Kita bangga bahwa ada putra Toraja yang diberi kepercayaan memegang jabatan penting di Papua. Kasus ini memberikan pembelajaran bagi kita semua untuk lebih baik ke depan,” kata John.

Menurut catatan karebatoraja.com, kasus hukum yang melilit ketiga tokoh Toraja ini bermula pada Februari 2017. Saat itu, Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara, yang merasa nama baiknya dicemarkan melalui postingan Djuli Membaya di group media sosial facebook, melapor ke polisi. Dalam postingannya di beberapa group media sosial, Djuli menuduh Victor sebagai bandar narkoba di Toraja. Proses hukumpun berjalan hingga kini.

Baca Juga  Kepala Lembang di Tana Toraja dan Toraja Utara “Dipanggil” Kejaksaan, Ada Apa ya?

Persoalan berlanjut takkala John Rende Mangontan, yang merasa disudutkan Djuli, juga melalui media sosial facebook, menampar Kadis PU Papua itu di halaman gereja Toraja Jemaat Palangi, Balusu, pada Senin, 25 September 2017. Djuli pun mengadukan penganiayaan terhadap dirinya itu ke Polres Tana Toraja. Proses hukum kasus penganiayaan tersebut, juga sementara diproses di Polres Tana Toraja.

Sehari sesudahnya, pada 26 September 2017, giliran John Rende Mangontan yang melaporkan Djuli Membaya ke polisi, dengan tuduhan pencemaran nama baik dan pengancaman melalui media sosial facebook. Djuli pun dijerat dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dalam kasus ini. Kasus ini pun sedang diproses di Polres Tana Toraja.

John dan Djuli sebenarnya merupakan teman dekat. Keduanya bahkan menjadi orang nomor satu dan dua di IKT Provinsi Papua, dimana John merupakan ketua dan Djuli adalah wakil ketua. (Arthur/Litbang Karebatoraja.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *