500 Pejabat di Tana Toraja Gunakan Pakaian Adat Saat Dilantik

  • Whatsapp
Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, melantik dan mengambil sumpah 500 pejabat eselon IV di lingkup Pemkab Tana Toraja, Jumat petang tadi.

MAKALE — Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, terus memunculkan kejutan saat melakukan pelantikan pejabat di lingkup pemerintah kabupaten Tana Toraja. Teranyar, saat melantik 500 pejabat eselon IV di Taman Rakyat Kolam Makale, Jumat petang, 17 Maret 2017, Nicodemus mengenakan pakaian adat, demikian pula para pejabat yang dilantik.

Sebelumnya, Nicodemus pernah melakukan pelantikan pejabat pada hari libur, 31 Desember 2016 yang lalu. Setelah itu, Nicodemus juga melantik pejabat pada malam hari, pada Selasa malam, 10 Januari 2017 yang lalu. Pelantikan yang dilakukan malam hari Ini merupakan sejarah baru di Tana Toraja sepanjang kabupaten ini terbentuk.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  Setelah Jokowi Berkunjung, Toraja Masuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional

Pelantikan pejabat Eselon IV dalam lingkup Pemda Tana Toraja yang digelar di Taman Rakyat Plaza Kolam Makale, Jumat, 17 Maret 2017, terbilang unik karena digelar diruang terbuka. Keunikannya tidak hanya itu saja, sebanyak kurang lebih 500 pejabat yang dilantik mengunakan pakaian adat Toraja, baik laki-laki maupun perempuan.

Pelantikan yang diawali dengan pembacaan SK Bupati Tana Toraja No 821.22-037/BKPSDM/III/2017 tentang Pengangkatan Pejabat Struktural Lingkup Kabupaten Tana Toraja, lalu dilanjutkan dengan pengambilan sumpah/janji oleh Bupati Tana Toraja serta pelantikan.

Dalam sambutannya, Nicodemus mengatakan 500 pejabat yang dilantik hari ini adalah adalah putra putri terbaik dari sekitar 3.000 PNS yang ada di Tana Toraja. “Oleh karena itu jadikan tanggung jawab ini betul-betul untuk bersama Nico-Victor membangun Tana Toraja yang unggul dan sejahtera,” katanya.

Baca Juga  Warga Keluhkan Raskin Tak Layak Konsumsi

Ditanya wartawan soal penggunaan pakaian adat, Nicodemus mengatakan hal itu merupakan kearifan lokal yang harus dibingkai dalam kebhinekaan.

“Perkembangan budaya Toraja tidak lepas dari pakaian dan aksesoris. Alasan kenapa Toraja dijadikan KSPN karena budayanya. Itu sebabnya kita harus mengajak rakyak untuk menjaga budaya. PNS adalah panutan, maka mereka harus memberi contoh terlebih dahulu agar rakyat mau mengikutinya,” urai Nicodemus.

Pelantikan pejabat ini diwarnai hujan deras. Beruntung panitia telah menyiapkan tenda untuk para peserta. (Arsyad Parende)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *