4 Warga GT Jemaat Radda’ Korban Banjir Bandang Masih Hilang, 5 Ditemukan Meninggal

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MASAMBA — Banjir bandang yang datang tiba-tiba menerjang Kota Masamba dan Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Luwu Utara, Senin, 13 Juli 2020 malam, menyebabkan ratusan bangunan rusak dan belasan korban jiwa, juga belasan ribu warga mengungsi.

Banjir bandang yang sangat dahsyat itu juga menghanyutkan serta menimbun 9 warga Gereja Toraja Jemaat Radda’, Kecamatan Baebunta.

Bacaan Lainnya

Informasi yang dihimpun jurnalis karebatoraja.com dari beberapa anggota jemaat Radda’, Rabu, 15 Juli 2020, mengatakan saat banjir bandang datang sebagian jemaat sementara tidur sehingga tidak sempat menyelamatkan diri.

Baca Juga  5 Warga Gereja Toraja Jemaat Radda Jadi Korban Banjir Bandang Masamba

Hermanto, Penatua Majelis GPT Imanuel Salassa’ yang juga Sekretaris Posko di Gereja Protestan Toraja (GPT) Imanuel Salassa’, Kecamatan Baebunta menyebutkan, dari sembilan korban anggota Jemaat GPT Radda’, lima diantaranya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan empat orang lainnya masih dalam pencarian.

Namuin upaya pencarian yang terus dilakukan terhambat oleh timbunan lumpur bercampur pasir setinggi 1,5 hingga 3 meter.

Berikut nama korban banjir bandang Jemaat Radda’di Kecamatan Baebunta, yang sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia: Indo’ Kano’ (70), Nek Gome’ (70), Mana’ Iren (24), cucunya Nek Gome, dan seorang anak perempuan anak kecil 9 tahun.

Hermanto menambahkan, empat warga Jemaat GPT Radda’  yang belum ditemukan, yakni, Mama Febi (Norma), Nenek Erlis, anaknya Nek Erlis serta cucunya.

Baca Juga  FOTO: Banjir Bandang di Simbuang, Nyaris Hanyutkan Sepeda Motor Warga

Saat ini, ratusan warga Jemaat Radda’ sudah mengungsi di beberapa posko serta tenda-tenda darurat di perkebunan kelapa sawit. Pemuka masyarakat dan gereja juga membuka Posko di Gereja Toraja Jemaat Imanuel Salassa’.

Di tempat terpisah, Camat Sabbang, Sitti Kidar mengatakan, banjir bandang bercampur lumpur datang juga di tiga Desa di Kecamatan Sabbang tadi malam, (Selasa,14/7/2020) menggenangi rumah warga di Desa Malimbu, Salama dan Desa Sabbang. Banjir susulan ini menyebabkan 175 rumah rusak. (*)

Penulis: Yustus Bunga
Foto: Proses evakuasi korban banjir bandang yang dilakukan oleh petugas gabungan di Masamba dan Radda’, Luwu Utara. (dok. PMI Lutra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *