Home » BERITA FOTO » Tutup Burake di Musim Libur, Pengunjung Sayangkan Kebijakan Pemkab Tana Toraja
Meski ditutup sementara, namun pengunjung tetap memadati objek wisata Buntu Burake pada liburan akhir tahun 2016.

Tutup Burake di Musim Libur, Pengunjung Sayangkan Kebijakan Pemkab Tana Toraja

MAKALE — Sejumlah pengunjung objek wisata Buntu Burake Makale, mengaku kecewa dan kesal lantaran objek wisata baru tersebut ditutup pada musim libur akhir tahun 2016. Meski begitu, cukup banyak juga pengunjung yang nekad menerobos masuk untuk memenuhi rasa penasaran mereka.

“Tidak bisa naik mobilnya? Kenapa?” tanya seorang pengunjung kepada petugas di pos jaga pintu masuk objek wisata Buntu Burake.

“Untuk sementara tidak bisa kendaraan tidak bisa masuk, karena masih sementara dikerja di atas,” jelas petugas.

Karena tidak ada petugas yang mengawasi, pengunjung membuang sampah sembarangan di objek wisata Buntu Burake.

“Terus, kenapa itu ada (mobil) yang lewat kamu tidak tahan,” pengunjung itu balik bertanya.

Petugas jaga tidak bisa menjawab. Mobil pengunjung yang berpenumpang penuh itu pun menerobos masuk ke area objek wisata Buntu Burake. “Kenapa pemerintah mau tutup ini objek pada hari libur?” kesal pengunjung itu sambil memacu gas mobilnya menanjak ke area parkir.

Itu kejadian yang terekam pada Kamis soreh, 29 Desember 2016. Suasana objek wisata Buntu Burake pada Kamis petang itu memang cukup ramai pengunjung. Di area parkir, juga terlihat banyak mobil maupun sepeda motor milik pengunjung.

Nampak pengunjung berjalan di samping proyek pengerjaan tangga yang baru selesai di kawasan objek wisata Buntu Burake.

Sementara di sisi lain, proses pengerjaan jalan, mulai dari pintu masuk objek hingga ke area patung Yesus Memberkati, tetap berjalan. Situasi memang cukup mengkhawatirkan dari sisi keamanan, karena ada alat berat yang sedang bekerja membongkar batu-batu gunung untuk melebarkan jalan. Di area sekitar patung Yesus juga ada proses pengerjaan pagar pembatas.

Seorang pengunjung lain, Yulius, yang mengaku datang bersama keluarga dari Papua, juga mengungkapkan kekecewaannya. Dia menyayangkan kebijakan pemerintah kabupaten Tana Toraja yang menutup objek wisata Buntu Burake pada musim libur akhir tahun.

Sampah berserakan di beberapa titik, terutama di sekitar patung Yesus Memberkati.

“Kenapa ditutup pada musim libur seperti ini? Pekerjaan itu kan bisa dilakukan sebelumnya. Pemerintah mestinya peka terhadap kebutuhan warga yang mau datang melihat patung Yesus di Buntu Burake ini,” sesal Yulius.

“Tau orang banyak mau datang kok proyek dikerjakan, bagaimana ini,” istri Yulius ikut menyahut.

Yulius mengatakan, dirinya dan mungkin juga ratusan pengunjung pada hari itu merasa penasaran dengan objek wisata yang baru dibangun pemerintah tersebut. “Di Papua, orang selalu bicarakan patung Yesus ini, soalnya beritanya itu paling tinggi di dunia, jadi orang penasaran,” kata Yulius.

Pantauan Karebatoraja.com, objek wisata ini kelihatan luput dari perhatian pemerintah selama musim libur tahun ini. Tidak terlihat petugas keamanan atau pegawai pemerintah yang mengawasi pengunjung yang begitu banyak. Dengan begitu, pengunjung berbuat seenaknya saja. Membuang sampah, misalnya. Banyak sampah botol air mineral, bungkus snack, plastik, dan jenis sampah lainnya berserakan di sekitar patung. Ada tempat sampah dari karung di situ, tapi sudah penuh, dan rusak.

Sebelumnya, pemerintah kabupaten Tana Toraja menutup sementara objek wisata ini dari pengunjung. Alasannya, pemerintah sedang melaksanakan pembangunan jalan dan beberapa fasilitas pendukung objek.  Namun, semakin dilarang, warga dan wisatawan makin penasaran. (Arthur)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*