Home » KAREBA TORAYA » Toraja Kehilangan Lagi Satu Jurnalis
Isak tangis keluarga pecah ketika jenazah Almarhum Titus Tandi Datu tiba di rumah duka di Lo'ko Uru, Kecamatan Rindingallo, Selasa siang tadi.

Toraja Kehilangan Lagi Satu Jurnalis

RANTEPAO — Kalangan media massa di Toraja berduka. Setelah sebelumnya kehilangan beberapa jurnalis, pada Minggu malam, 25 Desember 2016, satu lagi jurnalis, yang juga seorang guru, meninggal dunia. Dia adalah Titus Tandi Datu.

Sebelum dikenal sebagai guru, dengan posisi terakhir sebagai Wakil Kepala Sekolah di SMK Negeri 1 Makale (Rantelemo), Doktor Ilmu Pendidikan ini adalah seorang wartawan. Bersama beberapa rekannya, Titus adalah pendiri media massa cetak pertama di Toraja pasca reformasi tahun 1998. Mereka mendirikan Tabloid Toraja Pos dan menjadi media cetak satu-satunya yang terbit di Toraja saat itu.

Setelah Toraja Pos berhenti terbit, Titus masih berkarir di media massa hingga diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dan menjadi guru di SMKN 1 Makale. Meski sudah menjadi guru, Titus tidak pernah meninggalkan dunia yang membesarkan namanya. Dia masih sering memberikan materi pelatihan jurnalistik kepada pelajar maupun mahasiswa. Juga menulis di beberapa media.

Aktivis, yang juga menjadi pengurus GMKI ini, juga aktif di beberapa kegiatan lainnya, seperti Panitia Pengawas Pemilu dan Lembaga Swadaya Masyarakat.

Mantan anggota DPR RI, yang juga mantan jurnalis, Yakobus K. Mayongpadang, memberikan sambutan ungkapan duka cita.

“Dia adalah pribadi yang kuat, cerdas, dan nekat. Dalam berorganisasi dia sangat bertanggung jawab atas posisi dan tugas yang diberikan kepadanya,” ungkap mantan anggota DPR RI, yang juga mantan jurnalis, Yakobus Kamarlo Mayongpadang, saat menyampaikan ungkapan belasungkawa di rumah duka di Lembang Lo’ko Uru, kecamatan Rindingallo, Selasa siang, 27 Desember.

Sementara itu, saat menyampaikan ungkapan belasungkawa mewakili rekan-rekan pers di Toraja, Pemimpin Redaksi Karebatoraja.com, Avelino Agustinus, menyatakan dunia pers di Toraja berduka dan kehilangan sosok yang luar biasa dalam bidang jurnalistik. Almarhum Titus, kata Avelino, merupakan pribadi yang kuat, jenius, dan merupakan teman diskusi yang sangat menyenangkan.

“Kami sangat berduka dan sangat kehilangan teman, saudara, guru, sekaligus mentor yang sangat luar biasa,” ungkap Avelino, yang mengaku mengenal almarhum Titus Tandi Datu sejak tahun 2008.

Ungkapan belasungkawa dan rasa duka cita serta kehilangan juga muncul sangat banyak di media sosial. Teman-teman almarhum dan orang-orang yang mengenal almarhum rata-rata membuat status di timeline mereka dengan ungkapan belasungkawa kepada Doktor lulusan Universitas Negeri Makassar ini. (Desianti)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

One comment

  1. Kami turut berduka atas kepergian Yksh. Bapak Titus Tandi Datu. Walau saya tidak pernah mengenal beliau dengan langsung, namun kontribusi atas pembuatan biografi dari Nenek tercinta, Nenek Putih (Pdt. Filipus Boera) dengan judul “Tuhan menjawab pelayananku”, bagi saya pribadi adalah suatu penghargaan yang sangat bernilai khususnya bagi kami masa depan keturunan dari Pdt. F. Boera.

    Kiranya pula keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan serta penghiburan sejati dari Tuhan YME.

    RIP Bpk. Titus Tandi Datu

    Tuhan memberkati kita semua.

    Richard Parantean

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*