Home » HEADLINE » Tomas-Pemerintah Urunan Bangun Tempat Wisata Rohani Sa’pak Bayo-bayo
Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan, Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, serta sejumlah tokoh masyarakat Toraja yang ikut menghadiri peletakan batu pertama pembangunan objek wisata rohani Keluarga Kudus Nazareth Sa'pak Bayo-bayo, beberapa waktu lalu.

Tomas-Pemerintah Urunan Bangun Tempat Wisata Rohani Sa’pak Bayo-bayo

SANGALLA — Ide awalnya memang muncul dari warga Katolik Toraja yang tergabung dalam Persekutuan Umat Katolik Toraja (PUKAT) dan dimotori oleh Almarhumah Jendral Christina Maria Rantetana serta beberapa tokoh lainnya, seperti mantan bupati Tana Toraja, Tarsis Kodrat dan beberapa tokoh lainnya.

Namun, belakangan, dengan melihat latar belakang dan tujuan dibangunnya tempat wisata rohani terunik di dunia ini, pemerintah kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, serta beberapa tokoh masyarakat (Tomas) Toraja lainnya, ikut peduli dan urunan membangun objek wisata yang terletak di LampioLembang (Desa) Saluallo, Kecamatan Sangalla, Tana Toraja ini.

Hal itu terlihat pada saat peletakan batu pertama pembangunan Pusat Ziarah Keluarga Kudus Nasareth Sa’pak Bayo-bayo, Jumat, 30 Desember 2016 yang lalu. Pemerintah kabupaten Toraja Utara, melalui bupati Kalatiku Paembonan, wakil bupati Yosia Rinto Kadang, dan ketua DPRD Stepanus Mangata (ketiganya hadir dalam acara ini), menjanjikan bantuan senilai Rp500 juta kepada panitia.

“Tempat wisata ini akan menjadi sesuatu yang luar biasa bagi Toraja, melengkapi patung Yesus di Burake dan Salib di Singki’ Rantepao. Kita harus dukung bersama, karena ini bukan hanya untuk umat Katolik saja, tetapi untuk Toraja. Ya, Toraja,” ungkap Kalatiku, saat memberi sambutan.

Sementara itu, pemerintah kabupaten Tana Toraja, melalui Bupati Nicodemus Biringkanae, menjanjikan bantuan senilai Rp200 juta. Lebih kecil dari Toraja Utara? “Ya, itu untuk tahap pertama, karena tahun ini kita juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 milyar untuk membangun jalan ke patung Bunda Maria di Burake,” kata Nicodemus.

Selain itu, Nicodemus juga berjanji memperbaiki serta membangun akses jalan masuk objek wisata yang lebih luas dan jalan alternatif sehingga jika suatu saat objek wisata pertama di dunia ini, ramai dikunjungi, kemacetan lalulintas bisa teratasi.

“Ada camat dan Pak Lembang di sini. Bantu saya, kita bangun sama-sama tempat ini. Ambil tong mi itu ADD-mi sedikit Pak Lembang. Nanti pembangunannya dilakukan secara swadaya, karena umat di sini lebih tahu kebutuhannya,” urai Nicodemus.

Tidak hanya pemerintah, sejumlah tokoh masyarakat (Tomas) Toraja juga ikut urunan mendukung pembangunan objek wisata rohani yang sangat khas dengan budaya Toraja ini. Ketua Umum Persatuan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), Frederik Batong, mengaku akan menyumbang Rp100 juta. Dia juga akan mempromotori tokoh-tokoh masyarakat Toraja lainnya yang tergabung di PMTI untuk ikut menyumbang pembangunan objek wisata ini.

“Jangan mi kita lihat Katolik, Kristen, atau Islam. Lihatlah kebutuhan dan kepentingan Toraja ke depan. Semua ide dan wacana yang baik, harus kita dukung bersama,” tegas Frederik, yang mengaku sangat mengagumi sosok promotor pembangunan objek wisata Keluarga Kudus Nazareth, Almarhumah Jendral Christina Maria Rantetana ini.

Tidak mau kalah, Wakil Bupati Mimika Papua, yang juga mantan seminaris, Yohanis Bassang, juga menjanjikan bantuan sebesar Rp100 juta. “Saya Rp100 juta. Itu untuk tahap pertama. Kita lihat lagi ke depan, apa kebutuhan panitia pembangunan,” kata Bassang. (Arthur/Arsyad)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*