Home » HUKUM & KRIMINAL » Tangkal Radikalisme dan Intoleransi, Mabes Polri Gelar FGD di Toraja
Focus Group Discusion (FGD) yang digelar Mabes Polri dengan tema radikalisme dan intoleran di aula Mapolres Tana Toraja, Rabu, 21 Desember kemarin.

Tangkal Radikalisme dan Intoleransi, Mabes Polri Gelar FGD di Toraja

MAKALE — Untuk menangkal segala bentuk gerakan radikalisme dan intolerasi, yang belakangan ini menjadi isu hangat di tengah masyarakat, Mabes Polri menggelar Focus Group Discusion (FGD) di aula Mapolres Tana Toraja, Rabu, 21 Desember kemarin.

Hadir dalam FGD tersebut, Brigjen Pol Daniel Pasaribu (Karo PID Div Humas Polri), AKBP Zahwani Pandra Arsyad (Humas Mabes Polri), Kompol Usman Hamzah (Humas Polda Sulsel), Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan, Wakil Bupati Tana Toraja Victor D. Batara, Perwira Penghubung 1414 Tator Mayor Pani, Ketua DPRD Toraja Utara Stepanus Mangatta, FKUB Tana Toraja dan Toraja Utara, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, Ketua MUI Tator K.H Zainal Muttaqin, Akademisi, Depag Tana Toraja, dan beberapa unsur masyarakat lainnya.

Dalam FGD tersebut, terungkap berbagai persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, terkait radikalisme dan intoleransi. Tokoh masyarakat Toraja yang hadir meminta polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat untuk bertindak tegas terhadap oknum atau kelompok maupun ormas yang menunjukkan sikap atau tindakan intolerasi dan melanggar hukum.

Polisi juga diminta untuk mengawasi secara ketat aktivitas masyarakat di media sosial, yang dinilai merupakan salah satu media paling menonjol untuk menyebarkan paham radikalisme dan intoleransi.

Kapolres Tana Toraja, AKBP Arief Satriyo, menegaskan Toraja adalah adalah daerah yang unik, budaya kekeluargaan, saling menghargai, jalinan silahturahmi antar umat beragama yang baik mampu menjadikan Toraja tanpa intoleransi dan radikalisme.

“Paham paham radikalisme yang muncul yang akan membuat terjadinya intoleransi, mari kita cegah bersama,” kata Arief.

Tidak hanya itu, Kapolres juga menghimbau selaku pengendali keamanan dan ketertiban, selain aparat TNI di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara, segenap elemen masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan dan tetap menjaga Toraja tetap aman, damai, toleran, dan menjauhi tindakan atau paham radikalisme.

“Sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaga kondisi stabilitas yang ada sehingga Toraja bukan hanya dikenal dengan budayanya yang telah mendunia tapi juga dengan tingkat toleransi yang tinggi serta hubungan kekeluargaan yang sangat dijunjung, sehingga gesekan- gesekan yamg terjadi bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” tegas Arief.

Hasil FGD ini akan dibawa tim Mabes Polri ke Jakarta untuk dikaji bersama-sama dengan hasil FGD lainnya dari seluruh Indonesia. (Jufri Tonapa)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*