Home » HEADLINE » SYL: Pluralisme Adalah Harga Mati di Sulsel
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo didampingi Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae dan Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara, melambaikan tangan kepada masyarakat usai berpidato pada puncak Lovely December di Makale, Kamis siang tadi.

SYL: Pluralisme Adalah Harga Mati di Sulsel

MAKALE — Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL), menegaskan pemerintah dan rakyat Sulawesi Selatan menjunjung tinggi pluralisme dan keberagaman yang ada di daerah ini. Sikap intoleransi tidak ada tempatnya di Sulawesi Selatan.

“Pluralisme sudah harga mati di Sulsel, tidak bisa ditawar-tawar. Untuk itu, kalau ada yang mau menunjukkan sikap intoleransi, itu tidak ada tempatnya di sini,” tegas SYL, saat memberikan sambutan pada acara puncak Lovely December di taman rakyat Kolam Makale, Tana Toraja, Kamis, 29 Desember 2016.

Menurut SYL, masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan adalah masyarakat yang majemuk, berasal dari tiga suku besar, Makassar, Bugis, Toraja. Juga masih banyak masyarakat dari suku lain dan bermacam agama hidup rukun dan damai di Sulsel.

“Kalau di Jakarta mempersoalkan pluralisme, intoleransi dan sebagainya, silahkan di sana, tapi jangan ko coba-coba di Sulsel. Tugas Syahrul bersama para bupati ini menjaga keberagaman dan keharmonisan yang sudah dibina selama ini,” tandasnya.

Menurut SYL, keberagaman dan kemajemukan adalah ciri bangsa Indonesia, ciri masyarakat Sulsel. Sebab, keberagaman itu lahir dari Yang Maha Kuasa dan menjadi anugerah terindah untuk manusia.

“Saya tidak minta dilahirkan menjadi orang Gowa, orang Toraja. Saya juga tidak minta dilahirkan Islam, Kristen dan sebagainya. Itu anugerah dan berkah yang berasal dari Atas, dari Yang Maha Kuasa. Kita hargai itu, kita hormati itu, dan kita harus bangga dengan perbedaan yang indah itu,” katanya.

Dia juga tidak henti-hentinya menyuarakan perdamaian, toleransi, dan saling menghargai. Itulah Indonesia, yang beragam sukunya, agamanya, bahasanya. “Itu semua harus kita pelihara,” tegasnya. (Arthur/Herson)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*