Home » BERITA FOTO » Pertama Kali, Ada Festival Qasidah Rebana di Lovely December
Salah satu group qasidah menampilkan kebolehannya pada ajang festival qasidah rebana Lovely December 2016 di Makale, Jumat siang tadi.

Pertama Kali, Ada Festival Qasidah Rebana di Lovely December

MAKALE — Untuk pertama kalinya, pemerintah kabupaten Tana Toraja memperlombakan kesenian bernafas islami, Qasidah Rebana, dalam event promosi wisata Lovely December 2016. Festival yang diikuti 13 group qasidah ini berlangsung di Pasar Seni Makale, Jumat, 9 Desember 2016.

Kasidah adalah seni suara yang bernapaskan Islam, di mana lagu-lagunya banyak mengandung unsur-unsur dakwah Islamiyah dan nasihat-nasihat baik sesuai ajaran Islam. Biasanya lagu-lagu itu dinyanyikan dengan irama penuh kegembiraan yang hampir menyerupai irama-irama Timur Tengah dengan diiringi rebana, yaitu sejenis alat tradisional yang terbuat dari kayu, dibuat dalam bentuk lingkaran yang dilobangi pada bagian tengahnya kemudian di tempat yang dilobangi itu di tempel kulit binatang.

Kegiatan yang untuk pertama kalinya dilaksanakan dalam rangkaian event Lovely December sejak tahun 2009 ini, diikuti 13 group qasidah rebana dan mendapat sambutan antusias dan meriah dari masyarakat Tana Toraja, khususnya warga kota Makale.

Kegiatan ini semakin mengukuhkan predikat yang selama ini disandang Tana Toraja, yaitu daerah yang mengutamakan kerukunan hidup antar dan inter umat beragama.

Ketua panitia Festival Qasida Rebana 2016, Ramadan Palimbong, dalam sambutannya berterima kasih kepada pemerintah daerah Tana Toraja,  sponsor dan donatur atas dukungan kegiatan untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

“Ini merupakan salah satu momen terpenting dalam menerapkan toleransi antar umat beragama di Tana Toraja,” kata Ramadan.

Dari kiri ke kanan: Kepala Dinas Pariwisata Tana Toraja, Jidon Sitohang, Ketua MUI Tana Toraja, H. A Zainal Mutaqin, dan ketua panitia festival qasidah rebana, Ramadan Palimbong.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tana Toraja, H. A Zainal Mutaqin, menghimbau kepada seluruh umat muslim agar tetap menjaga toleransi antar umat beragama yang telah tejalin baik selama ini. Dia menyebut, Tana Toraja adalah contoh kebhinekaan dan toleransi di Indonesia.

“Muslim itu cinta damai. Bukan muslim kalau tidak cinta damai,” kata Mutaqin.

Bupati Tana Toraja, diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata Tana Toraja, Jidon Sitohang, menyatakan,  Lovely December  sudah terlaksana sembilan kali, namun baru kali pertama ini ada lomba qasidah rebana. Dia mengatakan, tahun ini penyelenggaraan Lovely December berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Para penonton dan tamu undangan yang menghadiri festival qasidah rebana.

“Perbedaan pertama tahun ini, kita libatkan umat muslim. Kedua, perayaan Lovely December tidak hanya dilakukan di pusat kota,  tetapi juga dilaksanakan di tiap-tiap kecamatan di Tana Toraja,” jelas Jidon.

Dari pantauan karebatoraja.com, penyelenggaraan festival tersebut berlangsung meriah dan ditonton oleh ratusan warga. (Infotorial/Gista)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*