Home » BUDAYA » Perkenalkan, Yulius Pangalinan, Pelukis Arang dari Toraja
Pangalinan bersama karya-karya lukisan arangnya

Perkenalkan, Yulius Pangalinan, Pelukis Arang dari Toraja

KAREBA TORAYA — Claude Monet, seniman asal Prancis, yang hidup antara tahun 1840-1926, pernah sangat terkenal dengan karya lukisan yang menggunakan arang. Meski tidak setenar Leonardo da Vinci atau Michaelangelo, namun karya-karya Monet tetap dikenang sebagai sebuah peninggalan seni yang luar biasa.

Yulius Buyung Pangalinan

Yulius Buyung Pangalinan

Sepeninggalan Monet, banyak seniman yang membuat karya seni menggunakan arang sebagai alat lukis. Salah satunya adalah saudara kita yang satu ini, Yulius Buyung Pangalinan. Pria 52 tahun asal Tallunglipu, Toraja Utara ini memang belum lama menggeluti lukisan arang. Namun, soal hasil, jangan khawatir; karya tangan Pangalinan ini tidak kalah dengan pelukis-pelukis ternama lainnya.

Kalau masih tidak percaya, cobalah sekali-kali sempatkan diri mampir di studio sederhana milik Pangalinan di depan lembaga kursus Triyanegara, Jalan A. Yani Rantepao, Toraja Utara. Di studio, yang untuk sementara dipinjamkan oleh pemilik Triyanegara ini, berjejer karya-karya tangan Pangalinan. Sejumlah tokoh Toraja, seperti almarhumah Lakdya TNI AL Christina Rantetana, Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan, Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae, dan beberapa lainnya, yang dilukis di atas media kayu menggunakan arang, bisa dilihat di tempat ini.

“Saya harus terus mengasah hoby saya ini, karena saya merasa masih belum apa-apa,” kata Pangalinan merendah saat berbincang dengan Karebatoraja.com, Selasa siang, 16 Agustus.

Tokoh-tokoh politik Indonesia yang dilukis Pangalinan menggunakan arang

Tokoh-tokoh politik Indonesia yang dilukis Pangalinan menggunakan arang

Untuk membuat sebuah lukisan, jelas Pangalinan, dia hanya membutuhkan lempengan kayu/papan, arang kayu dan getah pohon. Selain itu, dia juga menggunakan lidi untuk objek yang susah dibuat dengan jari tangan.

Saat ini, karya-karya Pangalinan sudah dibeli orang. Harganya bervariasi, antara Rp200 ribu hingga Rp5 juta. “Anak saya yang bantu jualan di media online, karena saya belum punya studio yang bagus. Ya, sudah banyak sih yang pesan maupun yang beli,” kata Pangalinan, yang saat muda biasa disapa Buyung ini. (Arthur)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*