Home » KAREBA TORAYA » Pemimpin Inovatif Ini Rayakan Ultha Dalam Kesederhanaan
Mantan Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, merayakan ulang tahun ke 59 dalam kesederhanaan. (foto: dok Anto SM)

Pemimpin Inovatif Ini Rayakan Ultha Dalam Kesederhanaan

KAREBA TORAYA — Kesederhanaan itu tidak pernah hilang; mulai dari sebelum, jadi bupati, maupun sudah menjadi mantan. Itulah Theofilus Allorerung. Pria sederhana ini merayakan ulang tahunnya yang ke 59, Senin, 17 Oktober 2016, dengan cara yang sederhana pula.

theo-2

Sebuah kue ulang tahun sederhana, yang dibuat sendiri oleh anak semata wayangnya, Gracia, bersama tante-tantenya, menjadi satu-satunya lambang perayaan ulang tahun yang dilaksanakan di gazebo sederhana di rumah mertuanya di Kampung Baru Makale, malam ini. Perayaan ini sangat jauh dari kesan bahwa Theofilus, yang akrab disapa Bung Theo, merupakan mantan Bupati Tana Toraja. Juga lagu Selamat Ulang Tahun dan tiupan lilin yang dilakukan oleh mantan Inspektur Inspektorat Provinsi Sulsel ini.

Tidak ada musik, balon, makanan lezat maupun minuman yang memabukan tersaji. Hanya mie kuah dan nasi kuning plus kopi, yang disantap oleh kerabat dekatnya, yang jumlahnya belasan orang saja.

theo-3

“Tidak adaji, kita kumpul-kumpul ngopi sambil makan pisang goreng dan nasi kuning,” ungkap Meky Sardes, salah satu kerabat Theofilus yang ikut dalam perayaan ulang tahun sederhana itu.

Kesederhanaan penampilan dan kehidupan Theofilus Allorerung kelihatan tidak sebanding dengan inovasi pembangunan yang dia tinggalkan untuk masyarakat Tana Toraja. Kawasan Wisata Religi Buntu Burake dengan patung Yesus Memberkati yang menjadi ikonnya, menjadi ide dan kerja paling brilian yang ditanamkan Theofilus. Demikian pula dengan Kawasan Agrowisata Pango-Pango di kecamatan Makale Selatan serta Pasar Seni Makale.

Mungkin tidak pada tempatnya membicarakan inovasi Theofilus Allorerung selama lima tahun memimpin Tana Toraja pada saat ini. Tetapi rakyat Tana Toraja tahu apa yang sudah dia lakukan untuk daerah yang paling dicintainya itu.

“Besok, lusa, kalau saya sudah tidak jadi bupati, masyarakat bisa menikmati manfaatnya,” demikian sebuah kalimat yang terlontar saat pertama kali melakukan survey lokasi pembangunan patung Yesus Memberkati di Buntu Burake.

Selamat ulang tahun Bung Theo, kesederhanaan dan inovasi serta ide-ide cemerlang yang Anda perlihatkan telah membuka mata banyak orang betapa besar potensi yang dimiliki Bumi Lakipadada ini. (arthur)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*