Home » HUKUM & KRIMINAL » Pelajar SMK Pembangunan Makale Ini Mangaku Dianiaya Oknum Polisi
Indra, korban penganiayaan, saat mengadukan kejadian yang menimpanya ke Propam Polres Tana Toraja.

Pelajar SMK Pembangunan Makale Ini Mangaku Dianiaya Oknum Polisi

KAREBA TORAYA — Indra, siswa SMK Pembangunan Makale, mengaku dianiaya oknum polisi di depan Pasar Sentral Makale, Senin, 5 Desember 2016.

“Saya parkir motor mau beli pulsa, polisi langsung datang minta kunci motor, saya tidak kasih, langsung saya dipukul di lengan dan ditendang satu kali dibagian kaki,” ujar Indra kepada wartawan.

Penganiayaan ini bermula saat Indra, yang mengendarai motor tanpa menggunakan helm pengaman, berhenti di sebuah kios di Pasar Makale untuk membeli pulsa. Saat hendak turun dari motor salah seorang oknum anggota Satlantas Polres Tana Toraja langsung mendatangi dan meminta kunci motor. Karena korban tidak memberikan kunci motor yang dikendarainya, sontak oknum polisi memukul dan menendang korban. Pada saat kunci motor sudah diserahkan sama oknum polisi itu, motor korban lalu dibawah ke Pos Lantas Makale dan meminta korban untuk mengambil surat tilang di Pos Lantas.

Kejadian penganiayaan itu tidak diterima Indra. Dia pun melaporkan penganiayaan yang dialaminya di Propam Polres Tana Toraja. Di hadapan personil Propam, korban menceritakan terkait penganiayaan yang dialaminya.

“Saat bertanya surat izin operasi resmi saya justru digertak dan dibilangi bodoh dan diancam mau dibanting,” tambah Indra.

Sementara itu, oknum polisi yang diduga melakukan penganiayaa, CT, membantah telah melakukan pemukulan. Dia mengatakan hanya meminta kunci motor Indra, karena yang bersangkutan dinilai melanggar aturan lalulintas (tidak mengenakan helm pengaman).

“Saya hanya minta kunci motornya, tapi dia tidak mau,” ungkap CT. (Arsyad Parende)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*