Home » HEADLINE » Organisasi Pemuda Lintas Agama Sayangkan Teror Gereja di Makassar
Beberapa pengurus organisasi pemuda lintas agama Toraja membuat pernyataan sikap bersama di Masjid Raya Rantepao, Toraja Utara, terkait aksi teror gereja di Makassar

Organisasi Pemuda Lintas Agama Sayangkan Teror Gereja di Makassar

KAREBA TORAYA — Berbagai organisasi kepemudaan lintas agama yang ada di Toraja, menyayangkan sikap intoleransi yang ditunjukkan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan agama tertentu di Makassar. Mereka juga meminta aparat kepolisian segera mengungkap dan menangkap pelaku teror terhadap beberapa gereja di Makassar, beberapa waktu belakangan ini.

Pernyataan ini dikeluarkan pasca pertemuan organisasi pemuda lintas agama di Mesjid Raya Rantepao, Selasa, 28 September lalu.

Organisasi pemuda yang menandatangani pernyataan bersama itu, diantaranya Gerakan Pemuda Ansor, Banser NU, KNPI Toraja Utara, BPC GAMKI Toraja, PPGT, PMKRI Cabang Toraja, dan GAMKI Toraja Utara.

Dalam pernyataannya, organisasi pemuda lintas agama ini menyerukan empat poin. Pertama, tidak mentolerir peristiwa teror gereja yang terjadi di Makassar, tanggal 23-25 September 2016.

Kedua, menyayangkan kasus yang terjadi di Makassar yang mengatasnamakan kelompok agama tertentu dan meminta aparat kepolisian mengusut dengan cepat dan tuntas kasus kekerasan ini.

Ketiga, peristiwa yang terjadi di Makassar bukanlah persoalan agama tertentu, tetapi persoalan sosial yang mengancam kerukunan umat beragama di Indonesia. Oleh karena itu kami menyerukan untuk segera menghentikan kekerasan terhadap umat beragama, menghentikan politisasi dalam persoalan agama, serta mengajak setiap orang untuk menahan diri dan bersikap tenang serta terus mengedukasi masyarakat.

Keempat, toleransi dan hidup damai adalah harta yang begitu berharga yang telah lama dirawat oleh masyarakat Toraja, sehingga kami mengajak kita semua untuk bersama-sama merawat toleransi dan hidup damai ini.

Pernyataan ini ditandatangani oleh Ramly Mansyur (GP Ansor), Upa’ Baso’ (Banser NU Toraja), Fery Hendra (PP PPGT), Brikken Linde Bonting (KNPI Toraja Utara), Suharman (GAMKI Toraja), Yohanis B.P (PMKRI Toraja), dan Pdt. John Adi (GAMKI Toraja Utara).

Untuk diketahui, Jumat, 23 September 2016 gedung Gereja Toraja Jemaat Bunturannu didemo oleh sekelompok orang yg dengan alasan menurut mereka tidak memiliki izin. Padahal menurut pemerintah setempat gereja tersebut telah memiliki izin. Keesokan harinya, Gereja Katolik Mamajang dilempari batu oleh sekelompok orang tak dikenal. Dan pada Minggu, 25 September 2016, Gereja Toraja Jemaat Bawakaraeng juga dilempar batu oleh sekelompok orang tak dikenal. (arthur)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*