Home » PENDIDIKAN » Orang Tua Siswa SMPN 1 Rantepao Sumbangankan Kembali “Uang Pungutan” ke Sekolah
Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan memediasi pertemuan antara orang tua siswa dengan pihak sekolah dan komite SMPN 1 Rantepao.

Orang Tua Siswa SMPN 1 Rantepao Sumbangankan Kembali “Uang Pungutan” ke Sekolah

KAREBA TORAYA — Orang tua siswa baru SMP Negeri 1 Rantepao menyatakan tidak keberatan dan ikhlas memberikan bantuan pendidikan ke SMP Negeri 1 Rantepao. Itu sebabnya mereka tidak menerima pengembalian “uang pungutan” yang diberikan pada penerimaan siswa baru tahun ajaran 2016/2017.

Keputusan itu diambil dalam rapat orang tua siswa baru dengan pihak sekolah dan komite SMP Negeri 1 Rantepao, yang dimediasi oleh Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan serta Ketua DPRD Toraja Utara, Stepanus Mangatta, di halaman SMPN 1 Rantepao, Selasa kemarin.

Ratusan orang tua siswa yang menghadiri pertemuan

Ratusan orang tua siswa yang menghadiri pertemuan

Dalam mediasi ini, Kalatiku menawarkan empat solusi kepada para orang tua siswa. Pertama dana yang dikumpulkan diambil kembali seluruhnya oleh orang tua siswa. Kedua dana diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Ketiga, dana itu dikembalikan separuh ke orang tua dan setengahnya lagi diserahkan ke sekolah. Dan keempat, dana ditambahkan oleh orang tua.

Namun para orang tua siswa memilih opsi kedua, yakni sumbangan, yang kemudian disebut sebagai “pungutan” itu diserahkan sepenuhnya ke pihak sekolah untuk membantu pengembangan pendidikan. Kesepakatan itu kemudian dituangkan dalam bentuk surat perjanjian/kesepakatan antara orang tua siswa yang diwakili oleh Ketua DPRD Toraja Utara, Stepanus Mangatta dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Rantepao, A.T Lamba.

Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan, memberi apresiasi atas kesepakatan ini. Meski begitu, dia mengingatkan ke depan, tidak boleh ada lagi pungutan kepada orang tua siswa, karena pemerintah akan menaikkan anggaran pendidikan hingga 20 persen dalam APBD Toraja Utara.

Masalah “pungutan” di sekolah-sekolah negeri ini begitu mendapat perhatian Kalatiku setelah isunya begitu ramai diperbincangkan di media sosial dan portal berita. Dia meresponyya sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk selalu hadir dalam pelayanan pendidikan.

Pertemuan dan mediasi soal pungutan ini, juga dilakukan Kalatiku di SMA Negeri 2 Rantepao dan SMA Negeri 1 Rantepao. (herson)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*