Home » HEADLINE » Mulai 9 Januari, Pemerintah Tutup Total Objek Wisata Buntu Burake
Beberapa pesepeda melalui jalan yang sedang dikerjakan di Buntu Burake pada ajang Jelajah Sepeda Wisata Toraja, akhir Desember lalu. Saat ini, pemerintah menutup kawasan ini untuk kelancaran proses pembangunan.

Mulai 9 Januari, Pemerintah Tutup Total Objek Wisata Buntu Burake

MAKALE — Mulai Senin, 9 Januari 2017, Pemerintah Kabupaten menutup secara total objek wisata rohani Buntu Burake. Penutupan ini berlaku hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

“Kalau musim libur akhir tahun kemarin, kita masih beri kelonggaran karena banyaknya pengunjung. Tapi sekarang tidak ada lagi, ditutup total,” tegas Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Tana Toraja, YD Pamara, kepada karebatoraja.com, Selasa pagi, 10 Januari.

Pamara menjelaskan, maksud penutupan total ini agar pelaksanaan peningkatan infrastruktur dan sarana objek wisata Buntu Burake bisa berjalan maksimal. Yang kedua, karena pekerjaan proyek tersebut menggunakan peralatan berat dengan medan yang berat pula, sehingga bisa mengancam keselamatan pengunjung. Ketiga, jika pengunjung dibiarkan masuk, bisa mengganggu aktivitas pekerjaan proyek yang sedang berlangsung.

“Penutupan ini berlaku hingga batas waktu yang tidak ditentukan, sampai selesai semua pekerjaan di dalam kawasan objek wisata,” tandas mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja ini.

Pamara menjelaskan, saat ini pemerintah kabupaten Tana Toraja sedang melaksanakan beberapa item proyek, diantaranya pelebaran dan pengaspalan jalan poros Buntu Burake, trotoar untuk pejalan kaki, jembatan ke pelataran, lampu-lampu kawasan, penyelelsaian landasan patung, rute jalan salib Viadolorosa, MCK dan air bersih, serta kantor pengelola objek wisata.

“Total anggaran yang dialokasikan untuk semua item pekerjaan itu sekitar Rp5 milyar,” ungkap Pamara.

Soal penutupan ini, Pamara minta agar masyarakat maupun wisatawan bisa memahaminya. Sebab, proses pembangunan kawasan wisata religi Buntu Burake sebenarnya belum selesai. Secara resmi, pemerintah juga belum membukanya untuk masyarakat umum dan wisatawan. Namun animo masyarakat untuk melihat objek wisata terpopuler di Tana Toraja itu sangat tinggi.

“Kita minta pengertian masyarakat. Pembangunan ini juga untuk kepentingan kita semua. Beri kesempatan pemerintah bekerja dulu membangun semuanya, termasuk sarana pendukung, baru sama-sama kita nikmati,” pungkas Pamara. (Arthur)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*