Home » DIASPORA » Meski Ditutup, Objek Wisata Buntu Burake Tetap Dipadati Pengunjung
Warga dan wisatawan memadati objek wisata Buntu Burake pada liburan Natal tahun 2016. Gambar direkam, Senin, 26 Desember 2016

Meski Ditutup, Objek Wisata Buntu Burake Tetap Dipadati Pengunjung

MAKALE — Pesona dan daya tarik objek wisata Buntu Burake di Makale, Tana Toraja, ternyata begitu menarikperhatian warga maupun wisatawan, yang berkunjung ke Toraja, akhir tahun 2016.

Faktanya, meski objek ini ditutup sementara oleh pemerintah kabupaten Tana Toraja dengan alasan sedang ada proyek pengerjaan jalan dan fasilitas pendukung objek, namun hal itu tidak dipedulikan warga. Ratusan warga tetap memadati objek wisata yang paling spektakuler yang pernah dibuat pemerintah kabupaten Tana Toraja ini.

Seperti pantauan karebatoraja.com pada Senin, 26 Desember kemarin. Ratusan warga, yang rata-rata berasal dari luar Toraja memadati objek wisata Buntu Burake. Warga yang datang itu mengaku tidak tahu informasi soal penutupan sementara objek wisata yang disebut-sebut menyaingin Rio de Jenero, Brazil itu. Selain itu, tidak ada petugas Satpol PP yang berjaga seperti biasanya di pintu masuk objek.

Meski padat, namun kondisi jalan menuju ke patung Yesus maupun situasi di sekitar patung masih sangat rawan dari sisi kecelakaan. Ini yang tidak diantisipasi pemerintah sebelumnya. Pemerintah terlihat kurang respon terhadap tingginya minat warga untuk mengunjungi Buntu Burake.

Calu, seorang pengunjung asal Makassar, mengaku tidak tahu menahu jika objek wisata ini masih tutup. “Tidak tahu kalau tutup Pak. Pantas jalannya masih rusak dan sangat berbahaya dilewati, tapi kita paksakan naik saja Pak, soalnya penasaran sih,” ungkapnya.

Sementara itu, Yorinda, salah seorang warga Burake yang berjualan sovenir dilokasi objek wisata mengatakan palang pintu masuk objek wisata dibuka oleh warga karena tidak ada satpol PP yang berjaga.

“Warga yang buka palang Pak karena tidak ada Satpol PP. Kalau ada Satpol PP pasti tidak dibuka, tapi pengunjung tetap naik dengan jalan kaki dari pintu masuk,” katanya. (Arsyad Parende)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

One comment

  1. Puji Tuhan. Sangat berharap agar dihati kita “Sang Toraya” selalu menyadari ucapan ini. Betapa tidak, karuniaNYA berupa : Patung Yesus, Salib Kristus dan terakhir di bulan Desember ini, tempat Ziarah Rohani di Sangalla dianugerahkan bagi Toraja. Ini semua adalah hadiah “Natal 2016” dariNYA yang berdampak positip bagi dunia wisata dan perkembangan ekonomi di Toraja.

    Jadi, mari kita kontekstualkan iman kita terhadap karuniaNya itu dengan hidup sesuai ajaran firmanNya : menjauhi narkoba, seks bebas, menjauhi perceraian, lebih rajin dan semangat bekerja, saling menolong dan lebih peka terhadap orang lain dan juga lingkungan, rajin beribadah, dst yang menjadi ajaranNYA…

    Tuhan memberkati kita semua….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*