Home » DIASPORA » Manajemen PO Bintang Prima Tidak Peduli Terhadap Korban Kecelakaan
Tiga korban kecelakaan bus Bintang Prima jurusan Makassar-Toraja sedang menjalani perawatan di RSUD Lakipadada Makale.

Manajemen PO Bintang Prima Tidak Peduli Terhadap Korban Kecelakaan

MAKALE — Manajemen Perusahaan Otobus (PO) Bintang Prima dinilai tidak bertanggung jawab atas korban kecelakaan bus Bintang Prima, yang terjadi di Maiwa, Kabupaten Enrekang, Kamis 22 Desember 2016. Pasalnya, sejak para korban yang berjumlah 13 orang itu dirawat di RSUD Lakipadada, jangankan membayar biaya pengobatan, menengok para korban pun tidak dilakukan oleh manajemen PO Bintang Prima.

“Jangankan membayar biaya rumah sakit Pak, datang melihat kita (korban) saja tidak pernah,” ujar Marthen, keluarga dari tiga penumpang bus Bintang Prima yang terbalik di daerah Maiwa, Enrekang, 22 Desember lalu.

Dari 13 korban kecelakaan, hingga Senin, 26 Desember 2016, tinggal tiga orang korban yang masih menjalani perawatan intensi di ruang perawatan Krisan, kamar 8, RSUD Lakipadada Makale. Ketiganya, masing-masing Yahya Lintin, 85 tahun, Denisa, 12 tahun, dan Alce Rita, 46 tahun. Ketiga korban yang masih satu rumpun keluarga ini berasal dari Gantaran, Sangalla, Tana Toraja.

Dari ketiga korban ini, Yahya Lintin mengalami luka paling berat. Tangan kakek tua ini patah akibat terjepit batu dan besi selama satu jam saat kecelakaan. Akibat luka yang dideritanya, Yahya harus menjalani operasi pemasangan besi pada lengannya. Sedangkan Danesa mengalami luka pada bagian kepala, dan Alice Rita mengalami patah pada tulang pada bagian bahu.

Marthen mengatakan, sejak terjadi kecelakaan hingga hari kelima para korban di rumah sakit, pihak PO Bintang Prima tidak pernah datang menjenguk atau melihat kondisi para korban.

“Jangankan di rumah sakit Pak, sejak kecelakaan dan evakuasi saja sampai di rumah sakit, pihak Bintang Prima sama sekali tidak ada kepedulian dan perhatian. Pihak Bintang Prima sama sekali tidak ada tanggung jawab,” kesal Marthen.

Bus Bintang Prima jurusan Makassar-Toraja terguling di Maiwa, Enrekang, Kamis subuh, 22 Desember 2016.

Marthen menjelaskan, hingga saat ini, biaya perawatan selama di rumah sakit masih ditanggung oleh keluarga.

“Kami dievakuasi ke rumah sakit atas bantuan keluarga Pak, tidak ada perhatian sama sekali dari pihak Bintang Prima. Mereka ini perusahaan yang tidak bertanggung jawab. Kami tidak minta apa-apa, kami hanya minta dukungan moril dari pihak armada namun hingga saat ini tidak ada sama sekali upaya,” tambah Marthen.

Sementara itu, manajemen PO Bintang Prima yang berusaha dimintai konfirmasinya terkait pengaduan korban kecelakaan ini, belum memberi jawaban. Karebatoraja.com sudah mencoba menghubungi perwakilan PO Bintang Prima, baik di Makale maupun di Rantepao. Namun para pegawai di perwakilan tidak mau memberi komentar dengan alasan tidak tahu. Di perwakilan Makale, reporter karebatoraja.com diberi lima nomor ponsel untuk dihubungi. Namun dari lima nomor yang diberikan itu, hanya satu yang bisa tersambung. Itu pun tidak diangkat. SMS dari reporter juga tidak direspon.

Sedangkan pegawai PO Bintang Prima perwakilan Makassar, yang mengaku bernama Ratna, juga menyatakan tidak bisa memberi komentar, karena bukan kapasitasnya. Redaksi Karebatoraja.com sudah meminta kepada Ratna agar menghubungi manajemen untuk melakukan klarifikasi. Namun, hingga berita ini ditulis, tidak ada satupun manajemen PO Bintang Prima yang memberi klarifikasi.

Sikap manajemen PO Bintang Prima ini sangat disayangkan, karena Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan, sangat jelas diatur bahwa Perusahaan Angkutan Umum bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh penumpang dan/atau pemilik barang dan/atau pihak ketiga karena kelalaian pengemudi (pasal 234). Pasal Pasal 235 UU itu lebih tegas lagi mengatur bahwa jika korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas, pengemudi, pemilik, dan/atau perusahaan angkutan umum wajib memberikan bantuan kepada ahli waris korban berupa biaya pengobatan dan/atau biaya pemakaman dengan tidak menggugurkan tuntutan perkara pidana. Sedangkan ayat 2 berbunyi jika terjadi cedera terhadap badan atau kesehatan korban akibat kecelakaan lalulintas, pengemudi, pemilik, dan/atau perusahaan angkutan umum wajib memberikan bantuan kepada korban berupa biaya pengobatan dengan tidak menggugurkan tuntutan perkara pidana. (Arsyad Parende)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

4 comments

  1. Saya sudah pernah rasakan perlakuan yang sama dari PO tersebut.
    Tahun 2010 lalu, ibu dan saudara saya dari Toraja ke Makassar untuk hdir di wisuda saya keesokan harinya. Tpi kcelakaan d Maros shingga ibu dan sdra sya hrus dirwat di rmh sakit dgn luka lebam parah di wajah.. apa bleh buat, mreka tdak bsa hadir di yudisium sya..
    Di lain pihak, PO bus BP ketika diminta pnjelasan dan prtanggungan responnya sama dgn konten berita di atas.. ada hal2 yg tdak bsa diganti dgn materil sja, stdaknya ada itikad baik saja dari PO sdah cukup untuk para korban..
    Klo kya’ gini, apa gak ada sanksi terhadap PO tersebut?

  2. KETERLALUAN, TIDAK BERPERIKEMANUSIAAN! Itu kata yang paling tepat untu Bintang Prima!. Sesuai aturan mereka seharusnya bertanggung jawab untuk seluruh pembiayaan penumpang. perilaku Bintang Prima yang demikian menunjukkan bahwa perusahaan ini hanya menginginkan uang dari penumpang tetapi sama sekali tidak memiliki rasa kemanusiaan, apalagi rasa tanggung jawab. Untuk menyadarkan perusahaan Bintang Prima (Mgkn lebih tepat disebut Bintang Kejora – Lucifer), masyarakat Toraja sebaiknya sepakat untuk memboikot Bintang Prima dengan menghambau agar “TIDAK MEMBELI TIKET BINTANG PRIMA”.
    Dari pengalaman kecelakaan ini masyarakat Toraja perlu berpikir panjang…JANGAN SAMPAI ANDA JADI KORBAN BERIKUTNYA dari BINTANG PRIMA..KILALAI TO SIULU!

  3. kejadian seperti ini sudah lama atau baru kali ini saja ya?
    terima kasih

    • Coba baca comment saya di atas…
      Pas sya nulis reply ini,,barusan baca berita kecelakaan BP lgi di Pangkep..1 meninggal..
      Ayo kita tunggu apa ttp masih sperti konten berita di atas perlakuannya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*