Home » WISATA » OBJEK WISATA » Lalulintas Macet, Perlihatkan Ke’te Kesu’ Masih Jadi Objek Wisata Favorit Wisatawan
Kemacetan panjang yang terjadi di objek wisata Ke'te Kesu' pada liburan akhir tahun 2016.

Lalulintas Macet, Perlihatkan Ke’te Kesu’ Masih Jadi Objek Wisata Favorit Wisatawan

KE’TE KESU’ — Kehadiran beberapa objek wisata baru di Toraja Utara dan Tana Toraja ternyata tidak membuat sejumlah objek wisata lama menjadi kehilangan peminat. Salah satu objek wisata yang masih ramai dikunjungi wisatawan di hari libur adalah Ke’te Kesu’ yang terletak di kecamatan Kesu’ Toraja Utara.

Seperti yang terlihat pada Minggu, 1 Januari 2017. Ribuan wisatawan, terutama wisatawan nusantara memadati objek wisata, dengan keunggulan permukiman tradisional dan pekuburan tua tersebut. Banyaknya pengunjung yang datang menyebabkan arus lalulintas di jalan poros Sanggalangi, macet total selama beberapa jam. Kemacetan bahkan hampir mencapai pertigaan Tedong Bonga dari arah Rantepao dan di gereja Katolik dari arah Sanggalangi.

Kemacetan parah di jalan poros Sanggalangi karena padatnya pengunjung ke objek wisata Ke’te Kesu’.

Kemacetan semakin menjadi karena tidak ada satu pun personil kepolisian lalulintas yang mengatur arus lalulintas. Hal itu membuat sejumlah pengemudi harus turun dari kendaraannya untuk mengatur lalulintas.

Kemacetan bahkan mengakibatkan kendaraan tidak mengalami pergerakan sama sekali selama berjam jam. Selain karena parkiran depan objek wisata yang semerawut,kemacetan juga karena jalanan yang sempit. Kunjungan wisatawan membeludak di objek wisata Ke’te Kesu karena banyaknya pengunjung yang datang mengisi libur tahun baru.

Kemacetan lalulintas yang berlangsung cukup lama ini tak sedikit menyebabkan pengunjung kecewa. Saras, wisatawan asal Makassar yang terjebak macet selama sejam mengaku kecewa dengan pengelolaan parkiran objek wisata yang semerawut. “Semerawut sekali parkirannya Pak, badan jalan  digunakan parkir mobil makanya kendaraan tidak bisa lewat,” katanya.

Kemacetan lalulintas, baik di objek wisata maupun di kota Rantepao dan Makale, saban akhir tahun, mestinya menjadi pembelajaran bagi pemerintah kedua kabupaten untuk mengantisipasi hal ini jauh-jauh hari. Sebab, arus kunjungan wisatawan ke Toraja saat ini sudah menunjukkan trend yang menanjak. Jika pengunjung merasa kecewa, mereka tidak akan datang dua kali.

Demikian pula dengan layanan perhotelan, perbankan, serta akomodasi wisata lainnya. Ini harus menjadi pembelajaran sehingga ke depan harus dipersiapkan lebih baik lagi.  (Arsyad Parende)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*