Home » HEADLINE » Kemenhub RI Akan Lanjutkan Pembangunan Bandara Buntu Kunik Tana Toraja
Perwakilan pengunjuk rasa bertemu dengan perwakilan Kementrian Perhubungan RI

Kemenhub RI Akan Lanjutkan Pembangunan Bandara Buntu Kunik Tana Toraja

KAREBA TORAYA — Kementrian Perhubungan Republik Indonesia menyatakan akan melanjutkan pembangunan Bandara Buntu Kunik (BBK) di Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja. Bahkan, tahun depan (2017) Kementrian Perhubungan sudah mengusulkan anggaran sebesar Rp80 milyar untuk kepentingan kelanjutan pembangunan bandara itu.

Aksi unjuk rasa masyarakat Toraja di depan Istana Negara Jakarta, kemarin.

Aksi unjuk rasa masyarakat Toraja di depan Istana Negara Jakarta, kemarin.

Hal itu disampaikan perwakilan Kementrian Perhubungan RI saat menerima perwakilan pengunjuk rasa asal Toraja yang melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kemenhub RI, Jumat, 25 November 2016.

Perwakilan Kementerian yang menemui para pengunjuk rasa, diantaranya Kasubag Peraturan Perundang-undangan, Fitri Indah S, Kasi Verifikasi Prasarana Bandara Prasetiyohadi, Kasi Bimbingan Teknis, Pengolaan Bandara dan Otoritas Bandara, serta Humas Kementerian Perhubungan RI.

Tahun 2017 Pak Menteri sudah mengusulkan ke Direktorat Keuangan anggaran sebesar Rp80 milyar lebih untuk kelanjutan pembangunan bandara di Toraja,” sebut Kasi Verifikasi Prasarana Bandara Prasetiyohadi.

Diketahui, pada Jumat pagi, 25 November 2016, ratusan warga Toraja yang tergabung dalam Aliansi Peduli Pembangunan Bandara Buntu Kunik mendatangi Istana Negara dan Kementerian Perhubungan untuk meminta pembangunan bandara Buntu KuniK Toraja di lanjutkan.

Aksi ini kelihatan merupakan balasan atas aksi unjuk rasa yang dilakukan sekelompok orang dari Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI) pada Kamis, Kamis, 17 November 2016. Dalam aksinya, AMTI menuntut beberapa hal, yang intinya agar pembangunan Bandara Buntu Kunyi di Kecamatan Mengkendek Tana Toraja, dihentikan. Lalu, dipindahkan ke Kabupaten Toraja Utara.

Dalam aksinya Masyarakat Toraja membawah spanduk bertuliskan “Bandara Buntu Kunik Harga Mati” sambil berorasi meminta Pemerintah Pusat menepati janjinya untuk melanjutkan pembangunan bandara di Toraja.

Fensensius Tolayuk, Korlap aksi dalam orasinya mengatakan mewakili masyarakat Toraja yang datang jauh-jauh dari Timur Indonesia meminta janji pemerintah pusat atas pembangunan bandara di Toraja.

“Toraja yang sudah ditetapkan masuk dalam Kawasan Strategi Nasional Pariwisata, kenapa hari ini anggaran pembangunan bandara dihentikan,” tandas Fensensius.

Sementara itu, Rasyid Mappadang, salah satu tokoh masyarakat Toraja mengatakan masyarakat di sekitar lokasi bandara kami sudah melanggar adat dan istiadat leluhurnya dengan memindahkan kerangka mayat leluhur yang dikubur dalam kawasan pembangunan bandara.

“Tapi demi kelanjutan bandara kami rela melanggar adat untuk memidahkan namun kenapa setelah kami pindahkan makam nenek moyang kami, pembangunan bandara justru akan dihentikan,” tegas Rasyid.

Pengunjuk rasa juga mengecam aksi sebelumnya oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan LSM yang meminta pembangunan bandara di hentikan. “Mereka yang demo agar pembangunan bandara dihentikan tidak mewakili orang Toraja manapun. Mereka adalah provokator yang ingin memecah bela masyarakat Toraja,” tandasnya.

Sementara itu, kepada karebatoraja.com Kasubag Peraturan Perundang-undangan Kementerian Perhubungan, menyatakn penentuan lokasi bandara sudah melalui beberapa tahapan teknis dan sampai hari ini tidak ada rencana pemindahan lokasi.

“Tidak ada rencana pemindahan lokasi, itu sudah melalui beberapa tahapan teknis,” katanya. (Arsyad Parende)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*