Home » EKOBIS » Jika Longsor di Sillanan, Jalur Jalan Ini Bisa Jadi Alternatif
Begini kondisi jalan Buntu-Rangka, yang diproyeksikan menjadi jalan alternatif jika terjadi longsor di jalan poros Mebali-Buntu

Jika Longsor di Sillanan, Jalur Jalan Ini Bisa Jadi Alternatif

KAREBA TORAYA — Belajar dari pengalaman beberapa tahun belakangan ini, jalan poros Mebali-Buntu, kecamatan Gandang Batu Sillanan, sering terjadi longsor saat musim hujan. Longsornya pun terkadang membuat jalur jalan poros tersebut, putus dan tidak bisa dilewati.

Melihat fenomena alam ini, pemerintah kecamatan Gandang Batu Sillanan mencoba mencari jalur jalan alternatif, jika saja poros Mebali-Buntu dilanda longsor, terutama di daerah Talondo dan pertigaan Mebali-Buntu-Sillanan. Jalur alternatif itu adalah Buntu-Rangka.

“Jalur Buntu-Rangka sudah dirintis oleh masyarakat. Saat ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua pada musim panas. Jika jalur ini mau dijadikan jalan alternative, harus lebarkan dan dirabat beton,” ungkap Camat Gandang Batu Sillanan, Benyamin Turupadang, kepada Karebatoraja.com, Selasa, 2 Agustus.

Untuk mengerjakan jalur jalan alternatif ini, kata Benyamin, dibutuhkan anggaran sekitar Rp250 juta untuk pelebaran. Sebab, karakter jalan yang dilalui sebagian besar berupa batu cadas dan kerikil. Dibutuhkan alat berat jenis breaker untuk mengerjakan jalur jalan ini.

“Tapi itu baru estimasi kami. Mungkin lebih baik ada pegawai dari Dinas PU yang melakukan survey dulu. Tapi menurut kami, ini jalur alternative yang cukup bagus, karena selain pendek jaraknya, juga ada jalan penghubung yang sudah ada di ujungnya,” jelas Benyamin.

Benyamin mengatakan sudah menyampaikan perihal jalur jalan alternative itu langsung kepada Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, saat menghadiri hajatan pernikahan di Lembang Pemanukan, Selasa, 2 Agustus. (Arthur)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*