Home » HEADLINE » Jembatan Meppajang Rusak Parah, Bau Selatan Terisolir
Begini kondisi jembatan gantung Meppajang yang rusak parah. Meski begitu, beberapa warga masih nekat melintasinya meski dengan bergelantungan dengan bahaya yang mengancam. (foto: citizen reporter/Murni P)

Jembatan Meppajang Rusak Parah, Bau Selatan Terisolir

KAREBA TORAYA — Jembatan gantung Meppajang, yang menghubungkan Lembang Bau Selatan dan Lembang Bau Induk kecamatan Bonggakaradeng, dikabarkan rusak cukup parah. Akibatnya, mobilitas manusia serta barang dan jasa dari dan ke Lembang Bau Selatan, terganggu.

Jembatan yang merupakan akses utama warga Lembang Bau Selatan ini rusak sejak Senin, 21 November 2016. Dan hingga hari ini belum diperbaiki. Warga yang ingin melintas harus memutar cukup jauh untuk sampai di jembatan gantung lainnya, yakni jembatan Ma’tan.

Camat Bonggakaradeng, Zeth Padaoan Giang, yang dikonfirmasi karebatoraja.com, Minggu, 27 November 2016, membenarkan kejadian itu. “Ya, saya baru dapat laporan dari warga di sana bahwa jembatan itu memang rusak,” kata Zeth.

Dia mengatakan, kerusakan yang terjadi pada jembatan itu, yakni patahnya salah satu tiang penyangga yang menahan kabel utama jembatan gantung. Akibatnya, kondisi jembatan menjadi miring dan jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan jembatan ini bisa ambruk.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Toraja, Alfian Andi Lolo, yang dihubungi Minggu malam, 27 November 2016, mengaku belum mendapat laporan dari pemerintah lembang Bau maupun Bau Selatan, terkait kerusakan jembatan tersebut. Meski begitu, Alfian berjanji akan mengutus petugas BPBD menuju ke lokasi kejadian pada Senin, 28 November.

“Sampai saat ini kami belum mendapat laporan dari pemerintah lembang maupun warga. Tetapi besok saya perintahkan anggota ke lokasi,” kata Alfian.

Yunus, seorang warga Bau Selatan yang saat ini berdomisili di Rantepao, Toraja Utara, mengakui kondisi jembatan Meppajang memang tidak terlalu bagus dari sisi keamanan maupun konstruksi. Yunus juga mengaku mendapat informasi dari keluarganya di Bau Selatan terkait kejadian rusaknya jembatan tersebut.

Menurut Yunus, jika benar jembatan Meppajang rusak, memang masih ada jembatan alternatif, yakni jembatan gantung Ma’tan. Namun kondisi jembatan gantung Ma’tan juga tidak lebih baik dari jembatan Meppajang. Bahkan usia jembatan Ma’tan ini lebih tua dibanding jembatan Meppajang.

“Sudah waktunya pemerintah membangun jembatan besi atau beton di situ. Sudah puluhan tahun kami harus berjuang dan bertarung nyawa dengan melewati jembatan gantung itu,” ungkap Yunus. (Arthur)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*