Home » HUKUM & KRIMINAL » Jasa Raharja Tanggung Biaya Pengobatan Korban Kecelakaan Bus Bintang Prima
Korban kecelakaan bus Bintang Prima saat menjalani perawatan di RSUD Lakipadada Makale.

Jasa Raharja Tanggung Biaya Pengobatan Korban Kecelakaan Bus Bintang Prima

MAKALE — Ansuransi kecelakaan lalulintas Jasa Raharja, menjamin pembayaran biaya pengobatan dan perawatan korban kecelakaan lalulintas bus Bintang Prima, yang terjadi  di Maiwa, Kabupaten Enrekang, Kamis 22 Desember 2016 lalu. Meski begitu, besar jaminan kesehatan hanya maksimal Rp10 juta. Lebih daripada itu, ditanggung sendiri oleh korban.

“Ya, Jasa Raharja akan membayar klaim perawatan dan pengobatan korban kecelakaan lalulintas yang dialami Bus Bintang Prima selama di rumah sakit,” ujar staf PT Jasa Raharja, Cabang Sulsel, Perwakilan Palopo, Haruji, kepada karebatoraja.com, Kamis pagi, 5 Januari.

Meski begitu, Haruji menjelaskan pihak Jasa Raharja hanya menanggung biaya perawatan maksimal Rp10 juta per korban kecelakaan. Itupun hanya biaya perawatan semata, tidak termasuk biaya-biaya lain yang dikeluarkan korban atau keluarga korban.

Haruji mengatakan pihak Jasa Raharja sudah bertemu para korban pasca kejadian yang menyebabkan 13 orang terluka tersebut. Jasa Raharja juga sudah membayar sebagian dari klaim rumah sakit sesuai kwitansi yang dikeluarkan pihak rumah sakit Lakipadada.

Sementara itu, tiga orang korban yang paling lama dirawat di RSUD Lakipadada, masing-masing Yahya Lintin, 85 tahun, Denisa, 12 tahun, dan Alce Rita, 46 tahun, sudah keluar dari rumah sakit beberapa hari lalu. Meski begitu mereka masih menjalani rawat jalan dan harus tetap melakukan kontrol ke rumah sakit. Ketiga korban yang masih satu rumpun keluarga ini berasal dari Gantaran, Sangalla, Tana Toraja.

Dari tiga korban ini, Yahya Lintin, yang menderita luka paling parah dan memakan biaya yang besar. Menurut Marthen Lintin, keluarga korban, biaya yang dikeluarkan untu Yahya sekitar Rp16 juta. Sedangkan dua anggota keluarga lainnya, sekitar Rp2 juta per orang. Karena Jasa Raharja hanya menanggung maksimal Rp10 juta sehingga keluarga korban harus menanggung sisa biayanya.

“Itu baru biaya rumah sakit, belum termasuk biaya lain-lain selama mereka dirawat di rumah sakit,” kata Marthen.

Marthen mengatakan selama keluarganya dirawat di RSUD Lakipadada, hingga saat ini, pihak manajemen PO Bintang Prima tidak pernah datang, baik untuk menjenguk atau sekedar mengungkapkan rasa keprihatinan atas peristiwa kecelakaan itu.

“Sampai saat ini tidak satupun yang datang melihat kita,” sesal Marthen saat dihubungi karebatoraja.com, Kamis pagi, 5 Januari. (Arthur/Arsyad)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*