Home » DIASPORA » Gereja Toraja Jemaat Bukit Harapan Samarinda Ludes Terbakar
Kondisi gedung gereja Toraja Jemaat Bukit Harapan Laojanan, Samarinda Seberang, yang ludes dilalap api. Nampak warga Toraja mendatangi lokasi kebakaran. (foto: Bimas Kristen Kaltim)

Gereja Toraja Jemaat Bukit Harapan Samarinda Ludes Terbakar

KAREBA TORAYA — Gedung Gereja Toraja Jemaat Bukit Harapan Laojanan, yang terletak di Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Laojanan Ilir, Samarinda Seberang, Kalimantan Timur, ludes dilalap api, sekitar pukul 10.15 Wita, Jumat, 2 Desember 2016.

Akibat kebakaran itu, bangunan gereja habis terbakar dan tinggal puing-puing. Selain gedung gereja, gedung konsistori dan kantor Lembaga Pusat Pengembangan Anak (PPA) yang berada satu lokasi dengan gedung gereja, juga ikut terbakar.

terbakar-4

Informasi yang diperoleh karebatoraja.com, musibah yang menimpa gedung gereja itu bermula dari kebakaran yang terjadi di rumah warga yang lokasinya berdekatan dengan gedung gereja. Api yang menyala begitu besar merembet ke gedung gereja dan bangunan lain yang berada di dekatnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

“Beruntung anak-anak murid sedang libur, kalau tidak, saya tidak tahu bagaimana situasinya, karena ada 252 anak yang ikut pendidikan di PPA, yang ada di kompleks gereja,” ujar Sekretaris Yayasan PPA Bukit Harapan, Rita Tayo, saat dihubungi karebatoraja.com, Jumat malam.

Puluhan rumah warga yang terbakar sebelum apinya merembet ke gedung geraja.

Puluhan rumah warga yang terbakar sebelum apinya merembet ke gedung geraja.

Rita mengatakan, musibah kebakaran ini tidak cepat dikendalikan karena kendaraan pemadam kebakaran sulit masuk ke lokasi. Permukiman penduduk di sekitar gereja sangat padat, sementara jalanan sangat kecil. Gedung gereja tidak bisa dijangkau pemadam karena letaknya berada di atas bukit.

Rita menjelaskan, dari keseluruhan bangunan gereja beserta bangunan pendukungnya hanya dua ruangan yang selamat, yang berada di lantai dua. Selebihnya hancur menjadi puing-puing. Jumlah rumah warga yang terbakar sekitar 40 unit. Sejauh ini, kata Rita, penyebab kebakaran belum diketahui.

“Yang jelas, kebakaran itu dimulai dari permukiman warga lalu merembet ke gereja,” katanya.

Kebakaran gedung gereja Toraja Jemaat Bukit Harapan Laojanan ini sudah yang kedua kali terjadi. Musibah kebakaran pertama terjadi pada tahun 1998 saat jemaat itu dilayani oleh Pdt. Elisabet Toding Padang. (Citizen Reporter/Arthur)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*