Home » BERITA FOTO » BERITA FOTO: Sebentar Lagi, Toraja Akan Miliki Tempat Wisata Rohani Terunik di Dunia
Uskup Agung Makassar, Mgr. John Liku Ada, meletakkan batu pertama pembangunan Pusat Ziarah Keluarga Kudus Nasareth Sa’pak Bayo-bayo, disaksikan Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan, Ketua PMTI Frederik Batong, dan beberapa pejabat daerah lainnya.

BERITA FOTO: Sebentar Lagi, Toraja Akan Miliki Tempat Wisata Rohani Terunik di Dunia

SANGALLA — Tidak lama lagi, Toraja akan memiliki tempat wisata rohani paling unik dan mungkin yang pertama di dunia. Sebab, tempat wisata rohani seperti ini belum ada di belahan dunia manapun.

Tempat wisata rohani baru itu bernama Pusat Ziarah Keluarga Kudus Nasareth Sa’pak Bayo-bayo, yang terletak di LampioLembang (Desa) Saluallo, Kecamatan Sangalla, Tana Toraja. Peletakan batu pertama pembangunan objek wisata yang letaknya tidak jauh dari kota Makale ini, dilaksanakan pada Jumat, 30 Desember siang tadi.

Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan, dan sejumlah pejabat daerah lainnya yang hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan Pusat Ziarah Keluarga Kudus Nasareth Sa’pak Bayo-bayo.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Uskup Agung Makassar, Mgr. John Liku Ada, Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan, dan Ketua Umum Persatuan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), Frederik Batong. Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, tidak ikut meletakkan batu pertama, karena terlambat datang. Namun Nicodemus setelahnya.

Selain Bupati Tana Toraja dan Toraja Utara, hadir pula beberapa pejabat lainnya, seperti Wakil Bupati Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang, Ketua DPRD Toraja Utara, Stepanus Mangata, Wakil Bupati Mimika, Yohanis Basang, Kapolres Tana Toraja, AKBP Arief Satriyo, yang juga seorang penganut Katolik, Kasdim Tana Toraja, mantan bupati Tana Toraja, Tarsis Kodrat, dan beberapa pejabat lainnya.

Aktivitas ziarah yang dilakukan oleh umat Katolik Paroki Sangalla di Pusat Ziarah Keluarga Kudus Nasareth Sa’pak Bayo-bayo.

Meski peletakan batu pertama baru dilakukan, namun tepat ziarah ini sebelumnya sudah digunakan oleh umat untuk melakukan ziarah, meski dalam kondisi yang masih serba darurat.

Batu pertama yang diletakkan itu terdiri dari tiga buah batu, yang diambil dari tempat ziarah rohani, masing-masing dari Fatima di Portugal, Lourdes di Prancis dan satu batu lagi diambil dari Nazareth.

 

Keunikan Sa’pak Bayo-bayo

Objek wisata rohani Sa’pak Bayo-bayo disebut unik karena di dalam kawasan seluas kurang lebih 5 hektar tersebut, terdapat batuan karts yang menjulang dengan gua-gua lengkap dengan stalaktik dan stalagmitnya. Juga terdapat beberapa gua (lo’ko), yang beberapa diantaranya masih digunakan warga setempat untuk sebagai makam keluarga. Di tempat ini juga masih banyak terdapat kuburan tua dengan tengkorak-tengkorak manusia, yang jumlahnya ratusan, tersebar di beberapa gua.

Rute jalan salib yang ada di Pusat Ziarah Keluarga Kudus Nasareth Sa’pak Bayo-bayo.

Di lokasi ini, juga terdapat kuburan tua yang sudah berusia ratusan tahun, gua-gua alam, sungai kecil, sungai bawah tanah, dan pepohonan yang rindang. Tidak jauh dari lokasi jalan salib ini terdapat tempat pemujaan agama suku, yang sampai sekarang masih (meski sudah jarang) digunakan oleh para penganut kepercayaan. Terdapat juga sumur tua yang dikenal warga setempat dengan sebutan “bubun Puang Sa’pak Bayo-bayo”. Tempat ini didesain menyatu dengan alam dan budaya setempat.

Di dalam kawasan ini juga sudah mulai dibangun tempat ziarah Keluarga Kudus dari Nazareth. Juga ada rute jalan salib, yang menceritakan perjalanan dan saat-saat akhir kehidupan Yesus Kristus di dunia. Menurut rencana, tempat dimana batu pertama diletakkan tadi siang, akan dibangun patung Yesus, Maria, dan Yusuf, dalam balutan pakaian adat Toraja.

 

Bangunan Pendukung

Ketua Panitia Pembangunan Pusat Ziarah Keluarga Kudus Nazareth dan Wisata Rohani Khas Toraja, Cosmas Sampe Birana, mengatakan selain objek alam berupa gua dan dinding batu yang sudah ada, panitia juga akan membangun gereja berbentuk Po’ko. Dalam budaya Toraja, Po’ko adalah padi yang sudah dipanen menggunakan ani-ani lalu disusun seperti menara.

“Kita juga akan fasilitas umum berupa gedung tongkonan seperti yang ada di Kelapa Gading Jakarta, untuk digunakan sebagai ruang serbaguna yang bisa digunakan oleh semua umat kristiani dari berbagai denominasi,” jelas Cosmas.

Cosmas adalah suami dari almarhumah Laksdya TNI AL Christina Maria Rantetana, yang ditunjuk menggantikan posisi Christina sebagai Ketua Panitia Pembangunan setelah tokoh perempuan Toraja ini meninggal dunia beberapa waktu lalu. Jenderal Christina merupakan salah satu perintis pembangunan tempat ziarah ini.

Panitia juga akan membangun lumbung-lumbung padi di sekitar gedung serbaguna serta bangku-bangku seperti yang ada di stadion olahraga yang bisa digunakan pengunjung untuk melaksanakan ibadah.

 

Pertama di Dunia

Setelah melakukan penelusuran dan penelitian di seluruh dunia, panitia pembangunan Pusat Ziarah Keluarga Kudus Nasareth Sa’pak Bayo-bayo, mengklaim bahwa tempat ini merupakan pusat ziara pertama yang ada di dunia. Beberapa tempat ziarah lainnya di dunia hanya berupa ziarah Bunda Maria atau Jalan Salib. Lalu, tempat-tempat ziarah itu tidak didukung atau tidak menyatu dengan budaya setempat.

Patung Keluarga Kudus Nasareth yang ada di lokasi Pusat Ziarah Keluarga Kudus Nasareth Sa’pak Bayo-bayo saat ini. Patung ini akan diganti dengan patung Keluarga Kudus yang mengenakan pakaian adat Toraja.

Kemudian, panitia juga akan membangun rute jalan salib di sungai untuk para manula dan penyandang disabilitas. Rute jalan salib ini lebih pendek dan lebih mudah ditelusuri dibanding rute jalan salib umum yang harus naik turun bukit batu dengan medan yang lebih berat.

“Kalau jadi nanti ini rute jalan salib di sungai, ini juga akan menjadi rute jalan salib pertama di dunia yang menggunakan sungai,” ungkap Cosmas. (Arthur/Arsyad)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

One comment

  1. Fr. Albertho Potokota, HHK

    Semoga berjalan dngn baik sesuai dhn rencana n cita cita kita semua…… Slm n doa kmi. Tuhan mmberkati setiap kegiatan n aktftas pembangunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*