Home » BERITA FOTO » BERITA FOTO: Satu Lagi Tempat Wisata Rohani Hadir di Toraja
Prosesi jalan salib yang dilakukan umat Katolik Paroki Sangalla di Pusat Ziarah Keluarga Kudus Nazareth dan Wisata Rohani Khas Budaya Toraja, kemarin

BERITA FOTO: Satu Lagi Tempat Wisata Rohani Hadir di Toraja

KAREBA TORAYA — Masyarakat Toraja terus memperkaya atraksi wisata di daerahnya untuk melengkapi atraksi budaya dan panorama alam yang sudah ada. Selain pemerintah, ada juga beberapa objek wisata yang diprakarsai oleh kelompok-kelompok masyarakat dan agama.

ziarah-2

Seperti objek wisata rohani yang sangat khas dengan alam dan budaya Toraja yang satu ini. Namanya Kawasan Wisata Rohani Sa’pak Bayo-Bayo. Terletak di Lampio, Lembang (Desa) Saluallo, Kecamatan Sangalla, Tana Toraja. Di dalam kawasan yang baru dibuka pada Minggu, 2 Oktober 2016, ini terdapat banyak keunikan. Ada tempat ziarah Keluarga Kudus dari Nazareth. Juga ada rute jalan salib, yang menceritakan perjalanan dan saat-saat akhir kehidupan Yesus Kristus di dunia.

ziarah-3

Di lokasi ini, juga terdapat kuburan tua yang sudah berusia ratusan tahun, gua-gua alam, sungai kecil, dan pepohonan yang rindang. Tidak jauh dari lokasi jalan salib ini terdapat tempat pemujaan agama suku, yang sampai sekarang masih (meski sudah jarang) digunakan oleh para penganut kepercayaan. Tempat ini didesain menyatu dengan alam dan budaya setempat.

ziarah-4

Ketua Panitia Pembangunan Pusat Ziarah Keluarga Kudus Nazareth dan Wisata Rohani Khas Budaya Toraja, Cosmas Sampe Birana, mengatakan selain objek alam berupa gua dan dinding batu yang sudah ada, panitia juga akan membangun gereja berbentuk Po’ko. Dalam budaya Toraja, Po’ko adalah padi yang sudah dipanen menggunakan ani-ani lalu disusun seperti menara.

ziarah-5

“Kita juga akan fasilitas umum berupa gedung tongkonan seperti yang ada di Kelapa Gading Jakarta, untuk digunakan sebagai ruang serbaguna yang bisa digunakan oleh semua umat kristiani dari berbagai denominasi,” jelas Cosmas.

ziarah-6

Cosmas adalah suami dari almarhumah Laksdya TNI AL Christina Maria Rantetana, yang ditunjuk menggantikan posisi Christina sebagai Ketua Panitia Pembangunan setelah tokoh perempuan Toraja ini meninggal dunia beberapa waktu lalu. Jenderal Christina merupakan salah satu perintis pembangunan tempat ziarah ini.

ziarah-7

Panitia juga akan membangun lumbung-lumbung padi di sekitar gedung serbaguna serta bangku-bangku seperti yang ada di stadion olahraga yang bisa digunakan pengunjung untuk melaksanakan ibadah.

“Di dalam ini ada tengkorak-tengkorak dan erong (peti mati) yang letaknya sudah tidak beraturan. Nanti kita akan rapihkan supaya pengunjung bisa menyaksikannya,” ungkap Cosmas.

ziarah-8

Meski sudah digunakan oleh umat, namun proses pembangunan sarana penunjang objek wisata ini baru akan terus dilakukan panitia. Menurut rencana, pada akhir Desember mendatang, Uskup Agung Makassar, Mgr. John Liku-Ada akan meletakkan batu pertama pembangunan gedung tongkonan serbaguna.

“Kita akan upayaka pada acara peletakan batu pertama ini dihadiri Menteri Pariwisata,” kata Cosmas. (Naskah: Desianti/foto-foto: Paul Tandiayu)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*