Home » BERITA FOTO » BERITA FOTO: Ma’nene; Tradisi yang Hanya Ada di Toraja
Mayat-mayat yang sudah diganti pakaiannya untuk selanjutnya dimasukkan kembali ke dalam liang/patane

BERITA FOTO: Ma’nene; Tradisi yang Hanya Ada di Toraja

KAREBA TORAYA — Dekat dengan leluhur melalui ritual Ma’nene. Itu penuturan Camat Rindingallo, Paulus Batti, di sela-sela prosesi ritual Ma’nene di Rante Tanga Tondok, kelurahan Pangala, awal September lalu.

manene-1

Dia mengatakan, tradiri Ma’nene ini hanya ada di Toraja, tepatnya di daerah Rindingallo, Baruppu, dan sekitarnya. Ma’nene itu sendiri merupakan prosesi penggantian pakaian jenazah, yang sudah dikubur bertahun-tahun. Prosesi ini biasanya dilakukan pada bulan Agustus sampai September.

manene-2

Sementara itu, tokoh masyarakat Rindingallo, Daniel Toding, mengatakan tradisi Ma’nene ini merupakan wujud pernyataan cinta kasih dan penghormatan terhadap anggota keluarga yang sudah meninggal. Keluarga menganggap orang yang sudah meninggal itu tidak pernah jauh dari mereka.

“Ma’nene ini merupakan tradiri turun temurun yang terus dipupuk dan dipelihara oleh masyarakat di sini. Keluarga percaya bahwa ada kehidupan kekal setelah kematian,” kata Daniel.

Ritual Ma’nene ini sendiri diawali dengan upacara ma’sabu. Lalu, keluarga mengeluarkan jenazah dari dalam liang/patane (kuburan khas suku Toraja). Ada belasan, bahkan puluhan jenazah yang masih awet dikeluarkan dari dalam liang/patane. Kemudian, jenazah dijemur karena basah dan lembab. Usai dijemur, jenazah dibersihkan menggunakan kain halus atau kuas. Jenazah yang sudah dibersihkan tersebut, kemudian dipakaikan baju baru; biasanya dalam bentuk setelan jas lengkap atau pakaian adat Toraja.

manene-4

Setelah pakaian jenazah diganti, mayat-mayat itu dimasukkan kembali ke dalam liang/patane.

Ma’nene adalah ritual yang sangat tua dan langka. Mungkin ritual ini merupakan satu-satunya di dunia. Telah banyak stasiun televisi dunia yang meliput prosesi ini. Sayangnya, sampai saat ini ritual ini belum dilirik oleh badan PBB yang mengurus masalah kepurbakalaan, UNESCO, untuk dijadikan warisan budaya dunia (world culture heritage).

(naskah/foto: jufri tonapa/lis)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*